Pentagon Pilih Boeing untuk Bikin Jet Tempur Baru Angkatan Laut AS

Pentagon Pilih Boeing untuk Bikin Jet Tempur Baru Angkatan Laut AS

Teknologi | sindonews | Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:29
share

Pentagon telah memilih raksasa penerbangan Boeing untuk membangun jet tempur generasi berikutnya bagi Angkatan Laut AS dalam kontrak senilai USD20 miliar.

Pernyataan resmi Pentagon menjelaskan bahwa kontrak tersebut mencakup produksi pesawat F/A-XX—atau pesawat tempur serang—di bawah program *Next-Generation Air Dominance* (Dominasi Udara Generasi Berikutnya).

Langkah ini bertujuan untuk menggantikan armada jet tempur Super Hornet yang ada saat ini, yang rencananya akan dipensiunkan secara bertahap mulai tahun 2030-an.

Pengumuman ini menandai kali kedua Boeing dipilih oleh Pentagon di bawah masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump untuk memproduksi sistem persenjataan generasi keenam, menyusul kontrak jet tempur siluman Angkatan Udara AS pada Maret 2025.

Kepala divisi Pertahanan, Antariksa & Keamanan Boeing, Steve Parker, menegaskan bahwa perusahaan siap membangun dua jet tempur canggih secara bersamaan, sesuai dengan investasi dan perencanaan yang telah ditetapkan.Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Michael Duffey menggambarkan platform F/A-XX sebagai investasi krusial bagi keamanan nasional AS dan kemampuan tempur udara jangka panjang.

Boeing mengonfirmasi bahwa pekerjaan konstruksi saat ini sedang berlangsung di fasilitas manufaktur berkeamanan tinggi milik perusahaan di St. Louis, yang merupakan fasilitas terbesar dari jenisnya di negara tersebut.

Namun, rincian teknis dan informasi mengenai program F/A-XX tetap bersifat rahasia berdasarkan undang-undang keamanan nasional dan ekspor AS. Dalam persaingan memperebutkan kontrak ini, Boeing berhasil mengungguli perusahaan kedirgantaraan Northrop Grumman, yang juga telah mengajukan desain jet tempur generasi keenam berbasis teknologi digital.

Pada Mei 2026, Laksamana Daryl Caudle, Kepala Operasi Angkatan Laut, memberi tahu Senat bahwa sistem baru ini sangat penting untuk meningkatkan jangkauan dan presisi tempur, serta untuk beroperasi bersama sistem tanpa awak.

Caudle juga memperingatkan bahwa setiap penundaan dalam penerapan kemampuan penerbangan berbasis kapal induk generasi berikutnya ini akan menimbulkan risiko signifikan terhadap keunggulan udara dan kelangsungan operasi militer.

Menyusul pengumuman tersebut, saham Boeing naik 2,4 persen dalam perdagangan di luar jam bursa, sementara saham Northrop Grumman turun 3,6 persen.

Topik Menarik