Anak Tommy Soeharto Putri Moediyanti Dilamar di Jepang, Momen Romantis Jadi Sorotan

Anak Tommy Soeharto Putri Moediyanti Dilamar di Jepang, Momen Romantis Jadi Sorotan

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 30 September 2026 - 08:07
share

Pengisi suara veteran asal Jepang, Kenjiro Tsuda, telah mengajukan gugatan perdata terhadap operator platform video berdurasi pendek TikTok. Ia menuduh bahwa suaranya dikloning menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa izinnya.

Tsuda, yang dikenal karena mengisi suara karakter seperti Kento Nanami dalam serial anime *Jujutsu Kaisen* dan Seto Kaiba dalam waralaba *Yu-Gi-Oh!*, mengambil langkah hukum ini setelah menemukan setidaknya 188 video yang diduga menggunakan tiruan suaranya.

Menurut dokumen pengadilan, konten tersebut disebarkan oleh akun anonim yang menggunakan gambar menyerupai karakter anime yang pernah disuarakan oleh Tsuda.

Akun tersebut dilaporkan memiliki lebih dari 200.000 pengikut dan diperkirakan menghasilkan pendapatan bulanan antara 500.000 hingga 750.000 yen melalui video-video yang membahas legenda urban, fenomena mistis, dan teori konspirasi.

Kuasa hukum Tsuda berargumen bahwa suara seorang pengisi suara merupakan aset komersial yang dibangun melalui pelatihan dan pengalaman bertahun-tahun, sehingga layak mendapatkan perlindungan terhadap eksploitasi tanpa izin.

Namun, TikTok menolak tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa audio yang digunakan hanyalah suara pria generik dan kemiripan apa pun dengan suara Tsuda bersifat subjektif.Tsuda dan tim hukumnya juga meminta pengadilan untuk mengakui suara sebagai bagian dari identitas individu yang memiliki nilai komersial dan berhak atas perlindungan hukum.

Kasus yang sedang disidangkan di Pengadilan Distrik Tokyo ini dianggap sebagai salah satu kasus pertama di Jepang yang menguji perlindungan hukum terkait penggunaan suara hasil AI tanpa persetujuan pemilik aslinya.

Pada saat yang sama, Japan Actors Union (JAU) bersama komunitas pengisi suara meluncurkan kampanye "No More" untuk memprotes penggunaan teknologi AI dalam meniru suara seniman tanpa izin.

Putusan Pengadilan Distrik Tokyo atas kasus yang menyita perhatian publik ini diperkirakan akan diumumkan pada tanggal 30 September

Topik Menarik