5 Artis yang Pilih Rahasiakan Wajah Anak, Alyssa Daguise Hampir Kecolongan
Saling menghormati dan menghargai merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Sikap ini dikenal dengan istilah tasamuh, yakni toleransi, tenggang rasa, bermurah hati, dan lapang dada dalam menghadapi perbedaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, tasamuh diwujudkan dengan menghormati dan menghargai orang lain, tanpa keluar dari batas-batas yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam.
Dengan demikian, saling menghormati bukan hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama, tetapi juga mencakup hubungan antarmanusia secara luas.
4 Prinsip Saling Menghormati dalam Islam
Menurut Imam Al-Qardhawi, terdapat empat prinsip yang menjadi landasan toleransi dalam Islam.1. Prinsip keragaman (al-ta'addudiyah).
Keragaman merupakan bagian dari sunnatullah. Manusia diciptakan dengan berbagai perbedaan agar saling mengenal dan menghargai.Baca juga:Bukan Sekadar Sopan Santun, Ini Pentingnya Menghormati Orang Lain
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Hujurat ayat 13:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."
2. Perbedaan terjadi atas kehendak Allah SWT (waqi' bi masyi'atillah).
Allah SWT berkuasa menjadikan seluruh manusia berada dalam satu keyakinan. Namun, Allah tidak menghendaki demikian.Allah berfirman:
"Dan jika Tuhanmu menghendaki, niscaya berimanlah semua orang yang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu hendak memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?" (QS Yunus: 99).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa keberagaman merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT.
3. Manusia merupakan satu keluarga (ka usrah wahidah).
Seluruh manusia berasal dari satu asal penciptaan, yakni Nabi Adam AS. Karena itu, Islam mengajarkan agar manusia menjaga hubungan baik dan tidak saling merendahkan.Allah SWT berfirman:يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS An-Nisa: 1).
4. Memuliakan manusia karena kemanusiaannya (takrim al-insan li-insaniyyatih).
Allah SWT telah memuliakan manusia dan memberikan berbagai kelebihan dibandingkan makhluk lainnya.Allah berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا
"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna." (QS Al-Isra: 70).
Toleransi Tetap Memiliki Batas
Islam menganjurkan umatnya untuk saling menghormati dan berbuat baik kepada sesama. Namun, toleransi tidak berarti mencampuradukkan akidah dan keyakinan.Allah SWT berfirman:
اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS Al-Mumtahanah: 9).
Saling Mengenal Membuka Jalan untuk Saling Menghormati
Sikap saling menghormati dapat tumbuh ketika manusia mau saling mengenal. Dari proses tersebut terbuka peluang untuk membangun kerja sama dan memberikan manfaat.Rasulullah bersabda:تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُوْنَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِى الأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِى الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِى الْأَثَرِ
"Pelajarilah nasab-nasab kalian untuk mempererat silaturahmi, karena silaturahmi itu menanamkan rasa cinta kepada kekeluargaan, memperbanyak harta dan memperpanjang usia." (HR Tirmidzi).
Allah SWT juga berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ وَاَلْوَانِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلَمِيْنَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (QS Ar-Rum: 22).
Siapa yang Mendapat Rahmat Allah?
Allah SWT berfirman:اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ ۗوَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗوَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ
"Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, 'Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya'." (QS Hud: 119).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Atha' menjelaskan bahwa orang yang mendapat rahmat Allah adalah mereka yang memiliki sikap toleran, lapang dada dan mampu menerima perbedaan serta keragaman manusia.
Imam Qatadah juga menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang mampu membangun kebersamaan dan persatuan di tengah keragaman agama, suku, ras dan bangsa.Sementara Al-Kasysyaf dan Al-Baidhawi memahami orang yang mendapat rahmat Allah sebagai mereka yang memperoleh petunjuk Allah dan bersikap lemah lembut.
7 Sikap Saling Menghormati dalam Islam
Saling menghormati tidak cukup hanya dengan mengakui adanya perbedaan. Sikap tersebut harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.1. Tidak memandang rupa dan harta
Rasulullah bersabda:إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
"Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, tetapi Dia memandang hati dan amal perbuatan kalian." (HR Muslim).
2. Menghargai perbedaan pendapat
Allah SWT berfirman:"Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat)." (QS Hud: 118).
Karena itu, perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling merendahkan.
3. Bersikap rendah hati
Allah SWT berfirman:وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan 'salam'." (QS Al-Furqan: 63).
4. Berlaku adil kepada siapa pun
Allah SWT berfirman:لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusirmu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." (QS Al-Mumtahanah: 8).
5. Senantiasa berbuat baik
Allah SWT berfirman:"Dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-Baqarah: 195).6. Gemar membantu, memaafkan dan berlapang dada
Allah SWT berfirman:"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS An-Nur: 22).
7. Mendamaikan pihak yang berselisih
Allah SWT berfirman:اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS Al-Hujurat: 10).
Pada akhirnya, tasamuh mengajarkan bahwa perbedaan tidak harus melahirkan permusuhan. Saling menghormati dapat diwujudkan melalui sikap rendah hati, adil, gemar membantu, memaafkan, serta berusaha mendamaikan pihak yang berselisih.
Rasulullah juga mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ
"Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keteguhan hati di dalam urusan (agama) ini dan kemauan yang kuat dalam mengikuti kebenaran." (HR Imam Thabrani dalam kitab Al-Kabir wal-Ausath).
Baca juga:QS An-Nisa Ayat 135: Perintah Allah untuk Penegak Hukum










