Pentolan OPM Hermanus Hogajau Tewas usai Kontak Tembak dengan Satgas TNI
Tim pelajar Indonesia unjuk karya gim pada Final Better Ground 2026 di PUBG Seongsu, Seoul, Korea Selatan. Ajang ini mempertemukan 17 tim, terdiri atas 12 tim dari Korea Selatan serta masing-masing satu tim dari India, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Ajang ini diawali pada agenda pembuka global Play pada 18 April yang diikuti oleh 238 pelajar Indonesia. Seleksi berlanjut hingga pada FINAL tingkat nasional, 10 tim mempresentasikan proyek masing-masing.
Baca juga: DPR Sepakat Gaji Guru dan Nakes PPPK Daerah Ditanggung Pemerintah Pusat
Tiga pemimpin industri gim menilai setiap tim melalui peninjauan proposal, pengujian gim, presentasi, dan sesi tanya jawab. Setelah proses tersebut, Tim Neuva terpilih untuk mewakili Indonesia dalam sesi unjuk karya di Seoul yang diselenggarakan oleh KRAFTON dan JA Korea.
Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Alami 12 Jahitan Akibat Luka Sajam, Ada Bekas Sundutan Rokok
Dalam sesi unjuk karya, pelajar mendemonstrasikan gim di stan mereka serta memaparkan konsep dan fitur gim di atas panggung. Mereka juga mendiskusikan berbagai tantangan dan solusi selama proses pengembangan, sekaligus mencoba gim karya tim dari negara lain. Interaksi ini membuka ruang bagi para peserta untuk saling memberikan masukan dan mempelajari ragam pendekatan dalam pengembangan gim.Indonesia diwakili oleh Tim Neuva yang beranggotakan empat pelajar SMAN 81 Jakarta. Mereka mengembangkan NEMURI, gim petualangan psikologis tiga dimensi berbasis cerita yang mengangkat isu insomnia dan kesehatan emosional.
Baca juga: Pendaftaran Pelatihan PMI Batch 2 2026 Dibuka, Lulusan SMK Hingga S2 Bisa Ikut
Pemain mengikuti perjalanan Kael, karakter utama gim tersebut, untuk menjelajahi dunia yang terbentuk dari pikiran dan emosinya, memecahkan teka-teki, serta bekerja sama dengan empat karakter untuk menghadapi ketakutan dan ingatan yang mengganggu. Melalui konsep dan fitur interaktif tersebut, NEMURI menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali emosi dan menerima diri.
Keisha Rima Sofia, anggota Tim Neuva SMAN 81 Jakarta, menuturkan, ajang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi ia dan tim. Timnya belajar merancang ide dengan pengetahuan yang masih terbatas hingga bisa bertemu dan belajar dari pelajar serta game developer yang menginspirasi.
Daftar 13 Jenis Kejahatan Masuk RUU Perampasan Aset: Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
"Pengalaman ini mengajarkan kami untuk tidak takut mencoba, serta menyadari bahwa kesempatan bukan hanya sesuatu yang datang, tetapi juga sesuatu yang bisa kita cari untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (29/9/2026).Better Ground High School membantu pelajar sekolah menengah atas mengenal peluang karier di industri gim melalui proses pengembangan gim mandiri dan sesi pendampingan.
Melalui empat tahapan—PLAY, DAY, UP, dan FINAL—program ini memadukan eksplorasi karier dengan perencanaan proyek, pengembangan gim, hingga unjuk karya. Proses tersebut memberikan para pelajar pengalaman langsung untuk berbagi tanggung jawab, menindaklanjuti masukan, dan memecahkan masalah bersama.
“Interaksi lintas negara memberi pengalaman penting bagi pelajar Indonesia untuk melihat bahwa ide dan tantangan yang sama dapat direspons dengan cara berbeda. Paparan terhadap beragam perspektif seperti ini mengasah keterbukaan, adaptabilitas, dan kemauan untuk terus belajar para peserta," ujar Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia.
"Keterampilan inilah yang semakin penting dimiliki ketika teknologi dan dunia kerja berubah dengan cepat. Kami berharap pengalaman ini memperkuat kesiapan mereka untuk menciptakan peluang di ekosistem digital masa depan,” lanjutnya.
Taeryun Kim, Head of Corporate Relations Department KRAFTON, mengatakan, Better Ground High School merupakan program yang memungkinkan pelajar sekolah menengah atas di berbagai negara untuk bersama-sama mencapai tujuan menyelesaikan pengembangan sebuah gim sekaligus menemukan potensi diri sepanjang proses tersebut.
"Kami akan terus mendukung para pelajar untuk mengembangkan tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi sosial yang penting, seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah, guna membantu mereka tumbuh menjadi talenta digital masa depan," pungkasnya.









