Ilmuwan Pastikan Struktur Aneh di Arafat  adalah Bahtera Nuh Asli

Ilmuwan Pastikan Struktur Aneh di Arafat adalah Bahtera Nuh Asli

Teknologi | sindonews | Minggu, 27 September 2026 - 17:05
share

Sekelompok peneliti yang bekerja di Turki mengatakan data pemindaian terbaru mengungkap apa objek yang berbentuk sepert perahu bukan buatan manusia mereka yakini sebagai Bahtera Nuh.

Peneliti Noah's Ark Scans, Andrew Jones, mengatakan kepada "Fox & Friends First" pada hari Rabu bahwa ia percaya formasi aneh di dekat Gunung Arafat itu adalah bahtera Nuh yang sebenarnya.

"Saya percaya bahwa ini adalah sisa-sisa Bahtera Nuh yang asli, yang telah lapuk dan terkubur, kapal yang terkenal itu. Dan kami melakukan yang terbaik untuk meyakinkan para skeptis dan menunjukkan situs ini kepada dunia," katanya.

Struktur formasi aneh di Durupinar di Distrik Doğubayazıt, Provinsi Ağrı, wilayah timur Turki, pada September 2026 untuk menguji dugaan keberadaan sisa-sisa Bahtera Nuh.

Proyek penelitian geologi dan arkeologi pada struktur berbentuk kapal sepanjang 157 meter tersebut dilakukan setelah mendapat izin resmi dari pemerintah Turki. Pengambilan sampel tanah dilakukan hingga kedalaman 18 meter di sebelah selatan Gunung Arafat guna mendeteksi material penyusun formasi.

Tim peneliti gabungan ini dipimpin oleh pakar arkeologi Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet bersama organisasi eksplorasi Noah's Ark Scans yang berbasis di California. Eksplorasi tersebut melibatkan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR), Electrical Resistivity Tomography (ERT), LiDAR, serta pengeboran inti tanah.

Pengujian laboratorium ini ditujukan untuk mengonfirmasi perdebatan ilmiah mengenai asal-usul struktur. Pada 1996, pakar geologi Lorence Collins dan penjelajah David Fasold menyimpulkan bahwa lokasi tersebut hanyalah formasi batuan alam sepenuhnya dan menilai teori keberadaan bahtera tidak benar.

Di sisi lain, temuan pemindaian awal oleh tim Noah's Ark Scans bersama Dr Khosrow Bakhtar dari Bakhtar Research and Engineering LLC menunjukkan pola struktur linear, sudut siku-siku, korridor, serta bagian menyerupai ruangan di dalam tanah.

"Selama beberapa dekade, kaum skeptis memiliki satu jawaban sederhana untuk Formasi Durupinar yang berbentuk seperti kapal itu: formasi tersebut hanyalah bongkahan padat batuan alami," kata Noah's Ark Scans, seperti dilansir dari Newsweek.

Organisasi penelitian tersebut menegaskan fokus utama dari proses eksplorasi lapangan yang sedang berjalan."Misinya jelas: menguji kebenaran penjelasan mengenai 'batuan padat' tersebut. Apakah formasi itu merupakan satu massa batu alam yang homogen? Apakah terdapat struktur internal di dalamnya? Di manakah letak batuan dasar yang sebenarnya di bawah formasi tersebut -- dan bagaimana kelanjutan batuan dasar itu di lembah sekitarnya," ujar Noah's Ark Scans.

Dalam eksplorasi ini, tim juga menurunkan robot bawah tanah berteknologi drone Gopher yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk merekam interior formasi. Pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, menyampaikan pengamatan awal dari sampel tanah yang telah diambil.

"Belum ada batuan dasar atau batu kapur padat yang teridentifikasi dalam lubang-lubang yang dibor di dalam formasi tersebut," ujar Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans.

Formasi Durupinar pertama kali teridentifikasi pada tahun 1959 oleh Kapten İlhan Durupınar melalui pengintaian foto udara. Sampel tanah yang diperoleh saat ini masih menjalani analisis laboratorium, dengan laporan detail dijadwalkan terbit dalam beberapa pekan mendatang

Topik Menarik