Stok BBM Singapura Kian Menipis, Indonesia Jadi Pembeli Bensin Terbesar
Persediaan produk minyak di pusat perdagangan bahan bakar Singapura turun ke level terendah dalam tiga pekan pada pekan yang berakhir 23 September 2026. Berdasarkan laporan Reuters, penurunan terjadi pada seluruh kelompok produk minyak, dengan stok gabungan di daratan mencapai 39,68 juta barel atau turun 6,9 dibandingkan pekan sebelumnya.
Data Enterprise Singapore yang dikutip pada Kamis (24/9) menunjukkan persediaan minyak residu turun 1,8 menjadi 19,78 juta barel atau sekitar 3,11 juta ton, sekaligus menjadi level terendah dalam empat pekan. Persediaan minyak residu tersebut turun di bawah 20 juta barel untuk pertama kalinya dalam tiga pekan, meski rata-ratanya masih lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Premi minyak residu di pasar spot juga melemah seiring meningkatnya pasokan dari jalur arbitrase pada September.
Baca Juga:Stok Minyak Singapura Tembus 42,64 Juta Barel, Indonesia Jadi Pembeli Bensin Terbesar
Total impor minyak residu turun 9,5 menjadi sekitar 828.000 ton dalam sepekan hingga 23 September, dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjadi pemasok utama. Sementara itu, ekspor meningkat 79,1 dibandingkan pekan sebelumnya menjadi lebih dari 400.000 ton, dengan sebagian besar pengiriman menuju China dan Malaysia.
Pada kelompok produk sulingan menengah, persediaan turun untuk pertama kalinya dalam sebulan menjadi 8,13 juta barel. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya ekspor bersih bahan bakar jet dan minyak tanah, sementara impor bahan bakar jet dari China kembali muncul setelah sempat terhenti selama sepekan.Untuk produk diesel dan gasoil, ekspor bersih meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya, sedangkan impor turun 63. Pasokan terutama berasal dari Korea Selatan dan Malaysia, sementara Australia, Malaysia, dan Indonesia menjadi tujuan utama ekspor.Adapun persediaan produk sulingan ringan, termasuk nafta dan bensin, turun ke level terendah dalam tiga pekan menjadi 11,78 juta barel. Pada periode tersebut, impor bensin Singapura mencapai sekitar 189.000 ton atau setara 1,6 juta barel, sedangkan ekspornya mencapai sekitar 540.000 ton.
Baca Juga:77 Negara Walk Out Massal saat Netanyahu Pidato di PBB, Salah Satunya Indonesia
Indonesia menjadi tujuan terbesar ekspor bensin Singapura dengan volume sekitar 231.000 ton, disusul Malaysia sekitar 94.000 ton. Dari sisi impor, pasokan bensin terbesar berasal dari China yang mencapai hampir 99.000 ton, kemudian Korea Selatan sekitar 86.000 ton.
Sementara itu, impor nafta Singapura mencapai sekitar 268.000 ton atau sekitar 2,4 juta barel, dengan Rusia menjadi pemasok terbesar hampir 148.000 ton, diikuti Kuwait sekitar 29.000 ton. Singapura juga mengekspor sekitar 17.000 ton nafta dan seluruh pengiriman tersebut ditujukan ke Indonesia.










