Modernisasi Pengelolaan Air, Perumda di Bekasi Jajaki Teknologi Baru
Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi mulai menjajaki pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan air minum. Penjajakan dilakukan dengan sejumlah mitra penyedia teknologi di sektor water utility.
Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi Rika Nursantika mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari rencana perusahaan melakukan modernisasi pengelolaan air minum di Kabupaten Bekasi.
Baca juga: 3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
“Ini salah satu yang sedang kami upayakan berkaitan rencana modernisasi pengelolaan air,” kata Rika, Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, peluang kerja sama dengan penyedia teknologi salah satunya diperoleh saat Perumda Tirta Bhagasasi mengikuti ajang Water Forum 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, akhir pekan lalu.Dalam kegiatan tersebut, jajaran perusahaan tidak hanya mengeksplorasi perkembangan teknologi pengelolaan air minum, tetapi juga mempelajari berbagai praktik perbaikan jaringan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Rem Blong, Truk Tabrak 8 Kendaraan di Tambun Bekasi
Rika menuturkan, penjajakan dengan mitra teknologi penting dilakukan sebagai bahan pertimbangan sebelum perusahaan menentukan sistem modernisasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan rencana bisnis Perumda Tirta Bhagasasi.
Salah satu perusahaan yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah PT Urip Gumulya, penyedia sistem perpompaan sekaligus anggota luar biasa Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).Dari kunjungan itu, tim Perumda Tirta Bhagasasi mendapatkan wawasan mengenai berbagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air bersih, termasuk menghadapi tantangan teknis operasional jaringan di lapangan.
Sejumlah teknologi yang menjadi perhatian antara lain pumping system, control panel, valve dan actuator, pipe coupling, flowmeter, serta berbagai instrumen pemantauan jaringan.
Perusahaan juga mempelajari peluang integrasi teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk mendukung pemantauan dan pengendalian sistem secara lebih terintegrasi.
Selain itu, teknologi DMA Compact turut menjadi salah satu pembahasan. Sistem ini menggabungkan pemantauan aliran air, pengendalian tekanan, dan analisis data untuk membantu optimalisasi pengelolaan jaringan distribusi.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mendeteksi persoalan jaringan secara lebih cepat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Data hasil pemantauan juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.Rika mengatakan, modernisasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar penggunaan teknologi baru, tetapi harus memberikan dampak terhadap efektivitas pengelolaan air dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.“Kami berharap inovasi pengelolaan air minum berbasis teknologi modern ini bisa diimplementasikan dalam rangka menunjang rencana bisnis perusahaan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,” ujarnya.
Langkah penjajakan ini selanjutnya akan menjadi bagian dari kajian perusahaan untuk menentukan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan jaringan dan kemampuan operasional Perumda Tirta Bhagasasi.
Dengan modernisasi tersebut, Perumda Tirta Bhagasasi berharap pengelolaan air minum di Kabupaten Bekasi ke depan semakin efisien, sistem distribusi lebih andal, dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.










