Jaga Kesehatan Mental Siswa, Binus School Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli

Jaga Kesehatan Mental Siswa, Binus School Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 23 September 2026 - 12:51
share

National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 mencatat, sekitar 15,5 juta remaja Indonesia berusia 10–17 tahun (34,9) mengalami masalah kesehatan mental. Namun hanya 2,6 di antaranya yang mengakses layanan bantuan.

Temuan ini menunjukkan lebarnya kesenjangan antara kebutuhan remaja dan dukungan yang mereka terima. Selaras dengan misi memberikan dukungan wellbeing di area sekolah, Binus School Serpong menggelar peringatan R U OK? Day, Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini diadaptasi dari R U OK? Australia, sebuah gerakan pencegahan bunuh diri dan peningkatan kesadaran akan kesehatan mental. Setiap orang didorong untuk menjalin koneksi serta menciptakan ruang yang aman bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan untuk berbagi dan bercerita. Baca juga: Selain Serpong, Ini 4 Lokasi Binus School di Indonesia

Melalui kegiatan ini, Binus School Serpong ingin menumbuhkan budaya saling peduli dan meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan wujud keberanian. Nilai ini ditanamkan sejak jenjang Early Years hingga Secondary.

Pemandangan berbeda tampak di Binus School Serpong pada R U OK Day. Seluruh siswa, guru, dan staf kompak mengenakan pakaian berwarna kuning. Warna cerah tersebut bukan sekadar pilihan busana, melainkan menjadi simbol kepedulian dalam peringatan R U OK? Day. “Hari ini, seluruh siswa, guru, dan staf menggunakan warna kuning sebagai bentuk keterbukaan bagi siapa pun yang ingin bercerita. Di seluruh area sekolah, kami juga menyediakan Kindness Board untuk menyebarkan kata-kata positif. Sementara itu, di jenjang Secondary, kami memiliki Listening Corner yang melibatkan siswa relawan untuk mendengarkan cerita teman-temannya,” kata Koordinator Wellbeing untuk Secondary Binus School Serpong, Inez Taniwangsa. Sementara Koordinator Wellbeing untuk Early Years & Primary Binus School Serpong, Rosemarie Mercado menegaskan, di Early Years dan Primary, pihaknya percaya budaya saling peduli dibangun melalui tindakan-tindakan kecil dalam keseharian. “Kami ingin anak-anak belajar untuk peka terhadap perasaan orang lain dan memahami bahwa sesederhana menanyakan, ‘Kamu baik-baik saja?’ dapat memberikan dampak yang berarti. R U OK? Day menjadi pengingat bahwa kebiasaan untuk saling menyapa, mendengarkan, dan peduli satu sama lain perlu terus dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh yang diterapkan Binus School Serpong dari jenjang paling dini hingga menengah. Pendekatan ini dirancang untuk mendukung wellbeing siswa secara menyeluruh melalui berbagai bentuk dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Baca juga:Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi

Pendekatan tersebut mencakup Positive Behavioural Interventions and Supports (PBIS) yang berfokus pada penguatan perilaku positif, hubungan yang sehat, serta dukungan restoratif. Sekolah juga menerapkan Multi-Tiered System of Support (MTSS) untuk melakukan identifikasi kebutuhan siswa secara lebih awal dan memberikan dukungan yang terarah serta personal sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Dukungan tersebut diperkuat dengan Wellbeing Centre, ruang khusus yang menyediakan bimbingan, konseling, dan dukungan profesional bagi siswa. Tim School Counselor tidak hanya menunggu di ruang konseling, tetapi juga mengamati siswa secara langsung di kelas untuk mengenali kebutuhan mereka sejak awal, serta melakukan check-in berkala kepada seluruh siswa.

Topik Menarik