Profil dan Prestasi Yu Zidi, Perenang China Berusia 13 Tahun yang Raih Emas dan Pecah Rekor Asian Games 2026

Profil dan Prestasi Yu Zidi, Perenang China Berusia 13 Tahun yang Raih Emas dan Pecah Rekor Asian Games 2026

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 23 September 2026 - 12:04
share

PROFIL dan prestasi Yu Zidi menarik diulas. Sebab, perenang China berusia 13 tahun itu bersinar di pentas Asian Games 2026 karena berhasil meraih medali emas.

Prestasi Yu Zidi makin terasa istimewa. Pasalnya, Yu Zidi juga berhasil memecahkan rekor di Asian Games 2026 ini.

1. Siapa Yu Zidi?

Nama Yu Zidi tengah menjadi sorotan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Baru berusia 13 tahun, perenang asal China tersebut langsung mencuri perhatian setelah meraih dua medali emas sekaligus memecahkan rekor di dua nomor berbeda.

Bukan hanya usianya yang masih sangat muda, catatan waktunya juga membuat Yu Zidi masuk jajaran perenang muda yang patut diperhatikan dunia. Lantas, siapa Yu Zidi?

Yu Zidi lahir di Baoding, Provinsi Hebei, China, pada 16 Oktober 2012. Ia mulai menarik perhatian di dunia renang sejak usia dini. Dilansir dari Al Jazeera, bakatnya diketahui ketika berusia sekitar 6 tahun setelah sang ayah membawanya ke sebuah taman air.

Kini, pada usia 13 tahun, Yu menjadi salah satu anggota termuda dalam kontingen renang China di Asian Games 2026. Meski masih belia, ia sudah memiliki pengalaman tampil di kompetisi internasional level dunia.

2. Emas Pertama di Asian Games 2026

Yu Zidi membuka kiprahnya di Asian Games 2026 dengan tampil pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri. Dalam final yang berlangsung pada 20 September 2026, Yu mencatat waktu 2 menit 05,08 detik. Catatan tersebut membawanya meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games.

Rekor sebelumnya dibuat oleh perenang China, Zhang Yufei, pada Asian Games Hangzhou 2023. Dia catatkan waktu 2 menit 05,57 detik kala itu. Yu memperbaikinya hampir setengah detik. Kemenangan itu juga menjadikan Yu sebagai juara renang termuda dalam sejarah Asian Games. 

3. Emas Kedua Sekaligus Pecahkan Rekor Asia

Sehari kemudian, Yu kembali turun di nomor 200 meter gaya ganti perorangan (individual medley). Hasilnya bahkan lebih mencengangkan. Yu finis dalam waktu 2 menit 06,10 detik dan kembali meraih emas.

Catatan tersebut memecahkan rekor Asian Games sekaligus rekor Asia. Rekor Asia sebelumnya dipegang rekan senegaranya, Yu Yiting, dengan waktu 2 menit 06,82 detik.

Catatan 2:06,10 itu juga hanya terpaut 0,40 detik dari rekor dunia milik perenang Kanada, Summer McIntosh. Sebelumnya, Summer mencatatkan waktu 2:05,70.

 

4. Sudah Bersinar Sejak Usia 12 Tahun

Prestasi Yu sebenarnya bukan muncul secara tiba-tiba. Pada Kejuaraan Dunia Renang 2025 di Singapura, Yu yang saat itu baru berusia 12 tahun berhasil meraih medali perunggu bersama tim China pada nomor 4x200 meter gaya bebas putri.

Pencapaian tersebut membuatnya tercatat sebagai peraih medali termuda dalam sejarah Kejuaraan Dunia Renang. Di ajang yang sama, ia juga finis keempat dalam tiga nomor individu, yakni 200 meter gaya kupu-kupu, 200 meter individual medley, dan 400 meter individual medley.

5. Bersinar di Kejuaraan Nasional China

Perkembangan Yu juga terlihat jelas di kompetisi domestik. Pada 2025, ketika baru berusia 13 tahun, ia tampil di National Games China dan mencatat prestasi besar dengan meraih tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.

Di nomor 200 meter individual medley, Yu mencatat waktu 2:07,41. Ketika itu, ia memecahkan rekor Asia yang telah bertahan selama 13 tahun.

Catatan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa Yu bukan sekadar perenang muda dengan potensi. Dia sudah mampu bersaing di level elite.

6. Masih Berpeluang Tambah Medali

Perjalanan Yu di Asian Games 2026 belum tentu berhenti pada dua emas. Ia dijadwalkan tampil pada nomor 400 meter individual medley pada hari ini, Rabu (23/9/2026).

Namun, terlepas dari hasil pertandingan berikutnya, penampilannya di dua nomor awal sudah membuat Yu menjadi salah satu cerita paling menarik dari cabang renang Asian Games 2026. Dengan usia baru 13 tahun, pengalaman tampil di kejuaraan dunia, dua emas Asian Games, serta sejumlah rekor yang sudah dipecah, perjalanan Yu Zidi masih sangat panjang.

Fokus berikutnya tentu adalah bagaimana ia berkembang ketika menghadapi kompetisi senior di tahun-tahun mendatang. Dia jadi harapan China di masa depan.

Topik Menarik