Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pesantren Gontor yang Pidato Blak-blakan di Depan Prabowo

Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pesantren Gontor yang Pidato Blak-blakan di Depan Prabowo

Nasional | sindonews | Senin, 21 September 2026 - 17:52
share

SOSOK KH Hasan Abdullah Sahal menjadi perhatian publik setelah pidatonya yang blak-blakan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Peringatan 100 Tahun Gontor, pada Sabtu (19/9/2026) lalu viral. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor itu dengan gaya pidatonya yang ceplas ceplos menyinggung fenomena orang yang disebutnya gemar “cari muka”.

Kiai Hasan menyampaikan sejumlah contoh dengan nada humor, mulai dari orang yang tidak punya ijazah mencari ijazah, tidak punya nama mencari nama, hingga tidak punya jabatan mencari jabatan. Pernyataan tersebut disambut tawa para hadirin yang mengikuti acara.

Baca juga: Pemimpin Gontor Persilakan Santri Protes jika Gaya Hidupnya Melebihi Mereka

Siapa sebenarnya Kiai Hasan? Pria berumur 79 tahun ini lahir di Desa Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada 24 Mei 1947. Dikutip dari laman gontor, Kiai Hasan merupakan putera keenam dari KH Ahmad Sahal, salah satu dari tiga Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi).

Sejak kecil, dia menempuh pendidikan di Gontor, yakni menyelesaikan pendidikan SD pada 1959, selanjutnya di Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Gontor yakni setingkat SMP dan SMA.

Setelah lulus KMI pada 1965, Kiai Hasan meneruskan kuliah di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD), yang merupakan cikal bakal dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor).

Baca juga: Prabowo Teriakkan Free Palestine di Pondok Modern Darussalam Gontor

Selain kuliah di IPD, dia juga mengajar di KMI Gontor selama 2,5 tahun. Selanjutnya pada 1967, Kiai Hasan meneruskan studi di Fakultas Da’wah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi. Kemudian di tahun 1992, dia mengambil spesialisasi Hadits di Universitas Al-Azhar Mesir.

Sejak 1985, Kiai Hasan ditunjuk menjadi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor hingga sekarang. Awalnya, dia ditunjuk sebagai Pimpinan Pondok Gontor bersama dengan KH Shoiman Luqmanul Hakim dan KH Abdullah Syukri Zarkasyi.Sedangkan saat ini, Kiai Hasan memimpin Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi dan KH Muhammad Akrim Mariyat.

Kiai Hasan juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Putri al-Mawaddah Coper, Jetis Ponorogo pada 1989, pendiri dan pengasuh Pondok Tahfidz Qur’an al-Muqoddasah Nglumpang, Mlarak tahun 1992. Selain itu, dia juga menjadi dosen ISID sejak 1977 hingga sekarang dan aktif menulis.

Sejumlah karya tulis karya Kiai Hasan di antaranya Membina Keluarga Muslim, Pegangan Para Qori’, Obsesi Hasan Abdullah Sahal, Ceramah-ceramah Kontemporer, Allamatnil Hayah (Kehidupan Mengajariku I, II, dan III). Tak ketinggalan, Kiai Hasan juga mengikuti seminar dan dakwah di beberapa negara.

Topik Menarik