20 Negara Pembeli Terbesar Minyak Amerika, Indonesia Urutan Berapa?
Amerika Serikat (AS) mengekspor rata-rata 10,7 juta barel minyak per hari sepanjang 2025, mencakup minyak mentah dan produk minyak bumi, ke berbagai negara di enam benua. Indonesia menjadi salah satu pasar utama dengan posisi ke-18 dan menerima sekitar 156.000 barel per hari.
Dikutip dari laporan Visual Capitalist, AS mengekspor 10,7 juta barel minyak per hari pada 2025, termasuk minyak mentah dan produk minyak bumi. Belanda menjadi tujuan ekspor minyak AS terbesar dengan rata-rata 1,147 juta barel per hari, disusul Meksiko 1,091 juta barel per hari dan Kanada 887.000 barel per hari. Korea Selatan dan Jepang melengkapi lima besar dengan masing-masing 705.000 dan 677.000 barel per hari. Data EIA juga menunjukkan ekspor AS ke Belanda pada 2025 terdiri atas 862.000 barel per hari minyak mentah dan 265.000 barel per hari produk minyak bumi.
Baca Juga:Blokade Houthi Guncang Pasokan Energi Global, Harga Minyak Lampaui USD100 per Barel
Berikut 20 negara pembeli terbesar minyak AS pada 2025, berdasarkan rata-rata volume ekspor per hari:
1. Belanda – 1,147 juta barel per hari2. Meksiko – 1,091 juta barel per hari3. Kanada – 887 ribu barel per hari4. Korea Selatan – 705 ribu barel per hari5. Jepang – 677 ribu barel per hari6. China – 651 ribu barel per hari7. India – 606 ribu barel per hari8. Brasil – 363 ribu barel per hari9. Inggris – 339 ribu barel per hari10. Spanyol – 261 ribu barel per hari11. Taiwan – 225 ribu barel per hari12. Prancis – 194 ribu barel per hari13. Chili – 189 ribu barel per hari14. Singapura – 179 ribu barel per hari15. Ekuador – 172 ribu barel per hari16. Peru – 171 ribu barel per hari17. Thailand – 164 ribu barel per hari18. Indonesia – 156 ribu barel per hari19. Panama – 133 ribu barel per hari20. Italia – 132 ribu barel per hariLima pasar terbesar secara bersama-sama menerima sekitar 4,51 juta barel per hari atau sekitar 42 dari total ekspor minyak AS. Kondisi ini menunjukkan basis pembeli minyak AS relatif tersebar dan tidak bergantung pada satu negara saja.
Belanda menempati posisi teratas antara lain karena Rotterdam berperan sebagai salah satu gerbang utama perdagangan energi Eropa. Minyak yang tercatat diekspor ke Belanda tidak seluruhnya dikonsumsi di negara tersebut, karena sebagian dapat diproses di dalam negeri maupun diteruskan melalui jaringan pipa dan jalur sungai menuju Jerman serta negara-negara lain di Eropa barat laut.
Baca Juga:AS Hanya Ingin Mengadu Domba Negara-negara Muslim, Ini 4 Tujuannya
Posisi Meksiko memiliki pola perdagangan yang berbeda. Negara tersebut mengekspor minyak mentah yang lebih berat ke AS, tetapi pada saat yang sama mengimpor produk minyak olahan dalam jumlah besar, termasuk bensin dan solar, dari kilang-kilang AS di kawasan Teluk Meksiko.Sementara itu, negara-negara Asia juga menjadi pasar penting bagi minyak AS. Korea Selatan, Jepang, China, dan India menempati posisi lima hingga tujuh dalam daftar, mencerminkan besarnya peran kawasan Asia dalam perdagangan energi global.
Indonesia sendiri berada di peringkat ke-18 dengan volume pembelian sekitar 156.000 barel per hari. Posisi tersebut menempatkan Indonesia di atas Panama dan Italia, sekaligus menunjukkan bahwa AS menjadi salah satu sumber pasokan energi yang memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pasar minyak Indonesia.
Sebaran ekspor tersebut sejalan dengan meningkatnya peran AS sebagai pemasok energi global, baik melalui minyak mentah maupun produk olahan. Minyak mentah dari ladang serpih AS yang umumnya berkarakter ringan dan manis menarik bagi sejumlah kilang luar negeri, sementara kapasitas industri penyulingan AS juga memungkinkan negara itu mengekspor bensin, solar, dan produk minyak lainnya dalam jumlah besar.









