Pertamina Trans Kontinental Terapkan Prinsip SIAP Perkuat Bisnis Maritim Terintegrasi

Pertamina Trans Kontinental Terapkan Prinsip SIAP Perkuat Bisnis Maritim Terintegrasi

Ekonomi | sindonews | Minggu, 13 September 2026 - 10:21
share

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat bisnis maritim terintegrasi melalui penerapan prinsip Solutive, Integrity, Adaptive, Proven (SIAP) untuk meningkatkan kualitas layanan, keunggulan operasional, dan daya saing perusahaan. Strategi tersebut dikembangkan seiring perjalanan 57 tahun PTK dalam menyediakan jasa maritim bagi kebutuhan kapal captive maupun non-captive.

"PTK melayani industri maritim kepelabuhan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus 'Solutive' atau memberikan solusi terhadap kebutuhan customer secara end-to-end, dari mulai kapal datang, keagenannya, pandu tunda, kebutuhan, dan ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK," kata Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala dalam keterangan pers, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Nasib Harga BBM Subsidi saat Minyak Dunia Tembus USD100/BarelMenurut Harris, prinsip Integrity menjadi komitmen perusahaan untuk memberikan layanan secara optimal kepada pelanggan dengan mengedepankan tata kelola dan profesionalisme. Sementara prinsip Adaptive diterapkan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pasar maupun kondisi operasional yang terus berkembang.

Adapun prinsip Proven, kata dia, menjadi bukti atas pengalaman dan keandalan PTK dalam menjalankan bisnis maritim. Fondasi tersebut menjadi modal perusahaan untuk memastikan operational excellence dapat dirasakan pelanggan melalui layanan yang profesional dan konsisten.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping Saptiadi Nugraha selaku Pemegang Saham Mayoritas PTK mengatakan Subholding Integrated Marine Logistics (IML) berkomitmen mendukung penguatan bisnis PTK melalui penyediaan layanan marine dan logistic yang andal, terintegrasi, serta berkelanjutan.

"Kami meyakini bahwa peran PTK sangat strategis dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Sinergi yang kuat antarentitas dan ekosistem Pertamina menjadi fondasi penting dalam penciptaan nilai tambah, meningkatkan daya saing perusahaan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh," ujar Saptiadi.Baca Juga:Pertamina Pangkas 139 Anak Usaha, Bisnis Hulu Bakal Digabung Jadi Satu Entitas

PTK didirikan pada 1969 sebagai anak usaha PT Pertamina dengan nama PT Pertamina Tongkang. Perusahaan kemudian mengembangkan sejumlah anak usaha untuk mendukung layanan maritim hingga pada 2011 berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental.

Saat ini, PTK merupakan anak usaha Subholding IML Pertamina yang menjalankan bisnis maritim terintegrasi, meliputi penyediaan dan operasional armada kapal penunjang, pengelolaan pelabuhan, layanan maritim, serta pangkalan logistik pesisir di sejumlah wilayah strategis Indonesia. Ke depan, PTK juga menargetkan penguatan modernisasi, digitalisasi, dan pengembangan green supporting vessel sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.

Topik Menarik