Bagi Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Sinyal BMRI Makin Solid

Bagi Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Sinyal BMRI Makin Solid

Ekonomi | sindonews | Rabu, 9 September 2026 - 16:42
share

Pembagian dividen interim Rp6,16 triliun dinilai memperkuat daya tarik saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di tengah pertumbuhan kinerja perseroan yang tetap solid. Dividen interim mencerminkan kuatnya profitabilitas sekaligus kapasitas permodalan Bank Mandiri.

“Pembagian dividen interim BMRI Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham menunjukkan kuatnya kapasitas profitabilitas dan permodalan,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta dikutip Rabu (9/9/2026).

Menurutnya kebijakan pembagian dividen juga menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja perseroan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang masing-masing mencapai 17,6 secara tahunan (YoY).

Baca Juga: Nasabah Bank Mandiri Ramai-ramai Gunting Kartu ATM, Protes Pemblokiran Rekening Aktivis Pati

Pertumbuhan itu turut menopang kenaikan laba bersih Bank Mandiri sebesar 22,3 YoY. Di saat yang sama, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross berada di level 1.

Nafan menilai kemampuan Bank Mandiri membagikan dividen di tengah ekspansi kredit menunjukkan perseroan memiliki ruang permodalan yang memadai untuk menjalankan ekspansi sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Menariknya, sepanjang 2026, total dividen yang dibagikan Bank Mandiri mencapai Rp50,63 triliun atau setara Rp542,95 per saham. Jumlah itu terdiri atas dividen tahun buku 2025 Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Baca Juga: Laba Bank Mandiri Naik 25 Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026

Besarnya distribusi tersebut membuat BMRI memiliki daya tarik baik dari sisi pendapatan melalui dividen maupun potensi pertumbuhan harga saham. “Pembagian dividen interim juga berpotensi meningkatkan investor confidence dan menjaga daya tarik BMRI,” kata Nafan.

Dari sisi fundamental, Nafan masih melihat prospek BMRI positif. Pertumbuhan kredit dua digit, ekspansi ke sektor produktif, serta kemampuan menjaga kualitas aset dan likuiditas menjadi katalis utama bagi kinerja perseroan.

Topik Menarik