Qodari: Desil Bukan Jadi Penentu Tunggal Penyaluran Bansos ke Masyarakat
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) pemerintah Muhammad Qodari menyatakanDesil merupakan instrumen untuk memetakan tingkat kesejahteraan relatif masyarakat dan menjadi salah satu rujukan penting dalam penentuan sasaran program. Kendati demikian, Desil bukan penentu tunggal seseorang menerima atau tidak menerima bansos.
"Kementerian dan lembaga penyelenggara program tetap menggunakan indikator, persyaratan, serta mekanisme masing-masing sesuai tujuan program. Karena itu, perubahan Desil seseorang tidak dapat secara otomatis dimaknai bahwa yang bersangkutan pasti kehilangan seluruh hak atas program sosial pemerintah," ujar Qodari, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Mensos Jamin Perubahan Desil Tak Otomatis Coret Bansos
Menurut dia, kondisi masyarakat dapat berubah, data juga harus diperbarui, dan sistem harus mampu menangkap perubahan tersebut.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar menentukan angka Desil, tetapi memastikan bantuan negara benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan," katanya.Menurut dia, prinsip utama pemerintah adalah bantuan harus tepat sasaran, tetapi tidak boleh menutup mata terhadap kondisi nyata masyarakat.
"Pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang berhak justru terlewat dari perlindungan sosial dan saat yang sama tidak ingin bantuan jatuh kepada pihak yang sebenarnya tidak lagi membutuhkan," ucapnya.
Karena itu, akurasi data menjadi prioritas. Pro dan kontra yang muncul di publik tentu menjadi masukan untuk terus menyempurnakan sistem, memperbaiki kualitas data, dan memastikan mekanisme koreksi berjalan efektif.
"Digitalisasi perlindungan sosial pada akhirnya bukan sekadar soal teknologi atau perubahan angka Desil, melainkan tentang membangun sistem yang lebih adil, lebih akurat, lebih transparan, dan lebih mampu menangkap kondisi nyata masyarakat," kata Qodari.










