Kejurnas PB POBSI Resmi Dibuka, Hary Tanoesoedibjo: Semoga Biliar Indonesia Lebih Berprestasi

Kejurnas PB POBSI Resmi Dibuka, Hary Tanoesoedibjo: Semoga Biliar Indonesia Lebih Berprestasi

Olahraga | sindonews | Sabtu, 5 September 2026 - 19:33
share

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pengurus Besar Persatuan Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) resmi digelar di iNews Tower lantai 4, Jakarta Pusat, pada 5-11 September 2026. Pembukaan ditandai dengan break shot yang dilakukan Ketua Umum PB POBSI Hary Tanoesoedibjo.

Kejurnas PB POBSI tahun ini diikuti 28 provinsi. Sebanyak 189 atlet akan beradu kemampuan dalam ajang yang menyediakan total hadiah Rp100 juta tersebut.

Hary Tanoesoedibjo mengatakan PB POBSI terus menyediakan wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan. Menurutnya, Kejurnas juga menjadi agenda tahunan untuk memantau perkembangan atlet dari berbagai daerah.

"Ya harapannya prestasinya bisa lebih baik ya, mainnya bisa lebih bagus. Karena selama kepengurusan POBSI ini di bawah saya, kami banyak menyelenggarakan turnamen," kata Hary Tanoesoedibjo usai membuka Kejurnas PB POBSI, Sabtu (5/9/2026).

"Bukan hanya daerah, tapi nasional praktis setiap tahun. Untuk Kejurnas hanya waktu covid tahun 2020 waktu itu memang tidak kita selenggarakan. Bahkan kejuaraan dunia pun kami selenggarakan, Kejuaraan Indonesia Open pun yang terbuka seluruh dunia, kami selenggarakan," tambahnya.Menurut Hary, PB POBSI akan terus berupaya melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Karena itu, para peserta diharapkan memanfaatkan Kejurnas sebagai kesempatan untuk meningkatkan level permainan.

"Jadi, harapannya pasti semua ini arahnya bagaimana biliar bisa lebih baik untuk Indonesia dan bisa menciptakan atlet-atlet yang memiliki prestasi dunia," ujarnya.

Hary Tanoesoedibjo juga menyebut ada beberapa provinsi yang tidak ambil bagian dalam Kejurnas tahun ini. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi persaingan dalam kejuaraan.

"Iya, ada 28 provinsi ikut, 9 provinsi tidak ikut, satu provinsi Sulbar (Sulawesi Barat) memang belum terbentuk kepengurusan," ujarnya.

Topik Menarik