Aliran Minyak Selat Hormuz Diklaim Tembus Rekor Pra-Perang, Capai 17 Juta Barel per Hari
Di balik kecamuk perang yang masih membara, arus pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz menorehkan rekor tertinggi baru. Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright mengungkapkan bahwa volume aliran minyak cair yang melintasi koridor vital tersebut pada Senin lalu berhasil melampaui 17 juta barel per hari.
Angka tersebut menjadi titik tertinggi sejak perang AS versus Iran pecah pada akhir Februari 2026. Jika digabungkan dengan kapasitas pipa darat milik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang mengelilingi selat, Wright menegaskan bahwa total ekspor energi dari kawasan Teluk pada awalan pekan secara resmi melewati tolok ukur sebelum perang.
Baca Juga: AS Kembali Serang Iran, Trump Klaim Hampir Sepenuhnya Kuasai Selat Hormuz
Lonjakan volume ekspor energi ini dipicu oleh pembukaan koridor pelayaran khusus yang digagas militer AS di sepanjang garis pantai Oman. Demi menghindari serangan balasan dari Tehran, kapal-kapal tanker sekutu Teluk memanfaatkan taktik going dark- mematikan transponder navigasi satelit- dan melakukan pelintasan pada malam hari.
Sejak awal Mei 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengawal lebih dari 1.300 kapal komersial dan mengamankan pengiriman lebih dari 660 juta barel minyak mentah. Wright menyindir lembaga pelacak kapal swasta yang dinilainya kerap meleset menghitung volume ekspor.Menurutnya, pemantau swasta gagal mendeteksi keberadaan kapal-kapal yang berlayar tanpa transponder aktif tanpa bantuan data intelijen militer. Pemerintah Iran membalas langkah tersebut dengan meluncurkan serangan ke kapal-kapal yang menggunakan jalur Oman dan memaksa pelayaran menggunakan jalur utara yang masuk dalam teritorial Iran.
Baca Juga: AS-Iran Kembali Lancarkan Serangan, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih 3
Pernyataan Wright menegaskan optimisme Washington bahwa strategi Tehran untuk mengunci pasar energi global telah menemui kegagalan. "Dengan atau tanpa persetujuan Iran, minyak dan gas akan tetap mengalir keluar dari kawasan Teluk Arab, dan itu sedang terjadi saat ini," tegas Wright.
JTPE Raup Penjualan Rp672,9 Miliar di Semester I-2026, Ditopang Lini Bisnis Dokumen Sekuriti
Meskipun dinamika keamanan di sekitar Selat Hormuz masih sangat fluktuatif -di mana Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat sedikitnya 17 serangan terhadap kapal komersial sepanjang Juli dan Agustus- lonjakan arus pasokan berhasil meredam volatilitas harga. Harga minyak mentah AS sempat menyentuh USD90 per barel sebelum akhirnya turun sekitar 1 usai data pemulihan pasokan ini dirilis.










