Jamkrindo Bangun Rantai Nilai Usaha Batik Dorong Kemandirian Disabilitas

Jamkrindo Bangun Rantai Nilai Usaha Batik Dorong Kemandirian Disabilitas

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:47
share

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui program pemberdayaan penyandang disabilitas bertajuk “Harmoni Karya Inklusif” di Karawang, Jawa Barat. Langkah ini ditujukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membuka akses pasar bagi karya-karya penyandang disabilitas agar memiliki nilai tambah usaha.

“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami ingin mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, sekaligus membuka peluang agar karya mereka dapat memiliki nilai ekonomi,” ujar Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu dalam keterangan pers, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga:Kinerja Positif, Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp141,03 Miliar di 2025

Akhmad menjelaskan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas perlu ditempatkan dalam perspektif ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang berlangsung di Taman Cimanuk Adiarsa pada 21–23 Agustus 2026 ini dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat ditransformasikan menjadi produk komersial yang siap bersaing di pasar.

Mengusung subtema “Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan”, program ini mencakup serangkaian pelatihan membatik motif khas Karawang yang diikuti 20 peserta, pelatihan menjahit, hingga penyelenggaraan pameran serta lomba hasil karya.

Guna menjamin keberlanjutan rantai nilai usaha, Jamkrindo tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan vokasional semata. Perusahaan menghubungkan para peserta dari latar belakang keterampilan berbeda agar terbentuk ekosistem produksi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” lanjut Akhmad.

Baca Juga:Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah

Melalui skema business matching tersebut, kain batik khas Karawang buatan peserta diolah langsung oleh peserta pelatihan menjahit menjadi beragam produk turunan kreatif, seperti pakaian, tas, dan aksesori. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk rantai pasok mandiri yang melibatkan kelompok disabilitas secara penuh.

Sebagai puncak program, digelar pameran dan peragaan busana (fashion show) guna memperkenalkan hasil karya peserta secara langsung kepada pemangku kepentingan. Agenda ini menjadi sarana promosi untuk mempertemukan para pelaku usaha disabilitas dengan pemerintah daerah, komunitas, dan calon mitra pemasaran.

Topik Menarik