Mengharukan, Detik-Detik Wafat Rasulullah SAW dan 2 Wasiat Terakhir untuk Umatnya

Mengharukan, Detik-Detik Wafat Rasulullah SAW dan 2 Wasiat Terakhir untuk Umatnya

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:40
share

Kisah wafatnya Nabi Muhammad SAWmenjadi salah satu peristiwa paling mengharukan dalam sejarah Islam. Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam, manusia pilihan Allah dan teladan bagi seluruh umat, juga merasakan dahsyatnya sakaratul maut sebagaimana manusia pada umumnya.

Peristiwa wafatnya Rasulullah SAW tidak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan para sahabat. Kepergian beliau juga menjadi titik akhir perjalanan dakwah Rasulullah SAWsetelah menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.

Dalam riwayat yang masyhur, Rasulullah SAW wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Saat itu usia beliau sekitar 63 tahun.

Menjelang wafat, kondisi kesehatan Rasulullah SAW semakin menurun. Beliau mengalami sakit yang cukup berat hingga tidak lagi mampu mengimami salat berjamaah. Dalam keadaan tersebut, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kemudian diminta menggantikan beliau sebagai imam salat.Salah satu pesan Rasulullah SAW yang terus dikenang umat Islam adalah perintah untuk menjaga salat dan memperhatikan orang-orang lemah.

Baca juga:Surat An-Nasr, Isyarat Dekatnya Wafat Rasulullah SAW

Wasiat Rasulullah SAW Menjelang Wafat

Dalam sebuah riwayat dari Ummu Salamah RA disebutkan bahwa ketika berada dalam keadaan sekarat, Rasulullah SAW berulang kali berpesan:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها, أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ حُضِرَ جَعَلَ يَقُولُ « الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

"Ummu Salamah RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika dalam keadaan sekarat bersabda, 'Salat, salat, dan orang-orang yang berada dalam tanggunganmu.'" (HR Ahmad).

Pesan tersebut menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah SAW terhadap dua perkara penting: hubungan seorang hamba dengan Allah SWT melalui salat dan kepedulian terhadap sesama.Salat merupakan kewajiban utama seorang Muslim sekaligus bentuk hubungan vertikal kepada Allah SWT (hablumminallah). Sementara kepedulian kepada orang-orang lemah merupakan bagian dari tanggung jawab sosial manusia (hablumminannas).

Dengan demikian, pesan Rasulullah SAW menjelang wafat bukan sekadar nasihat untuk keluarganya dan para sahabat, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam.

Rasulullah SAW Tetap Memikirkan Umat

Kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya memang begitu besar. Bahkan dalam banyak riwayat sahih, perhatian beliau kepada umat terus terlihat hingga masa-masa terakhir kehidupannya.

Namun, sejumlah kisah populer mengenai detik-detik wafat Rasulullah SAW yang menggambarkan percakapan panjang dengan Malaikat Jibril, ucapan "Ummati, ummati" secara berulang, atau kisah Malaikat Maut meminta izin masuk ke rumah beliau perlu disikapi secara hati-hati.

Tidak semua kisah yang beredar mengenai sakaratul maut Rasulullah SAW memiliki derajat riwayat yang sama. Karena itu, kisah tersebut sebaiknya tidak dinisbatkan sebagai hadis sahih tanpa memeriksa sumber dan sanadnya.

Adapun yang tidak diragukan adalah kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya. Allah SWT menggambarkan kasih sayang beliau dalam Al-Qur'an:لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS At-Taubah: 128).

Ayat tersebut menggambarkan betapa besar kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya. Beliau bersungguh-sungguh menyampaikan risalah, mengajarkan tauhid, membimbing umat kepada kebaikan, dan memperingatkan manusia dari kesesatan.

Karena itu, bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak selawat, tetapi juga dengan mengikuti ajaran dan akhlak beliau.

Menjaga salat, menyayangi orang-orang lemah, menjauhi kezaliman, serta menjalankan sunnah Rasulullah SAW merupakan bentuk nyata mencintai manusia paling mulia yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

"Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan selawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Baca juga:Selain Maulid, Rabiul Awal Ternyata Bulan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Topik Menarik