BTR Gandeng Asosiasi Baterai Shenzhen Siapkan SDM Industri EV Indonesia

BTR Gandeng Asosiasi Baterai Shenzhen Siapkan SDM Industri EV Indonesia

Ekonomi | sindonews | Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:56
share

BTR New Material Group (BTR) bersama Shenzhen Battery Industry Association menandatangani kerja sama penerapan dan lokalisasi buku ajar Lithium-ion Battery Materials and Technology di Indonesia pada 24 Juni 2026 di Jakarta. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pendidikan vokasi dan pelatihan teknis bagi mahasiswa, tenaga pengajar serta calon tenaga kerja di sektor baterai.

"Pengembangan talenta lokal merupakan elemen penting dalam membangun industri baterai yang kompetitif," kata Direktur BTR, He Xueqin dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga:Baterai Kendaraan Listrik Bisa Bertahan 20 Tahun, Asalkan?

Buku ajar tentang Lithium-ion Battery Materials and Technology disusun melalui kolaborasi antara BTR, Universitas Kejuruan dan Teknologi Shenzhen, Shenzhen Battery Industry Association, serta para ahli dan praktisi dari industri baterai. Materi di dalamnya mencakup berbagai aspek penting dalam teknologi baterai litium-ion, mulai dari prinsip dasar baterai, material utama, proses manufaktur, pengujian performa, hingga perkembangan teknologi baterai generasi berikutnya.

Melalui kerja sama ini, buku ajar tersebut akan diterjemahkan dan dikembangkan dalam bahasa Indonesia guna memperkuat pemahaman teknis serta kesiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi perkembangan industri baterai. Dengan menggabungkan pengetahuan akademik dan pengalaman industri, buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi pembelajaran yang relevan bagi pelaku pendidikan vokasi.

Indonesia saat ini tengah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dan industri baterai nasional. Seiring meningkatnya investasi di sepanjang rantai pasok baterai, kebutuhan terhadap tenaga profesional dan teknisi dengan pemahaman teknologi yang kuat menjadi semakin penting.Selain pembangunan infrastruktur dan fasilitas manufaktur, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem baterai yang berkelanjutan. Pertumbuhan industri EV dan rantai pasok baterai di Indonesia diperkirakan akan mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang sesuai.

Baca Juga:Kembangkan Produksi Baterai Mobil, Toyota Indonesia Gandeng CATL

Kolaborasi pengembangan buku ajar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara industri dan dunia pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor baterai Indonesia. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman industri, kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembentukan tenaga kerja yang lebih siap dalam menghadapi perkembangan teknologi baterai.

Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri energi baru di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi negara dalam rantai pasok baterai global yang semakin kompetitif.

Topik Menarik