Prabowo Kunjungi NTT, Pastikan Penanganan Pascagempa M7,7 Berjalan Baik

Prabowo Kunjungi NTT, Pastikan Penanganan Pascagempa M7,7 Berjalan Baik

Nasional | sindonews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:37
share

Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitdo (M)7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini Rabu (26/8/2026). Presiden ingin memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

“Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Prabowo Ungkap Penanganan Bencana Aceh-NTT Sangat Cepat dan Masif

“Kunjungan ini juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT,” sambung dia.

Presiden, kata Prasetyo, sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana.

“Melalui Sekretariat Presiden misalnya, sejak 15 hingga 24 Agustus 2026 telah disalurkan bantuan logistik dan perlengkapan, antara lain 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan,” ujar dia.

Baca juga: Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa M7,7 NTT

“Sejalan dengan itu, dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan, sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” lanjut dia.

Di tingkat daerah, kata Pras, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi yang telah dilakukan secara kumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi bagi korban gempa.Prasetyo menegaskan, penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti. Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap.

“Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pemerintah menegaskan, akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.

Terjadi 7.429 Gempa Susulan, 143 Dirasakan Warga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 7.429 gempa bumi susulan pasca-gempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga hari ini, Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.

“Total gempa bumi susulan 7.429, magnitudo terbesar M6,2,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa.

BMKG juga mencatat, sebanyak 33 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5 dan 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 kembali bertambah. Hingga hari ke-11 penanganan bencana, total korban jiwa mencapai 103 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat penambahan tiga korban meninggal dibandingkan data sebelumnya.

"Saat ini, pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan data BNPB, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 orang. Sementara sisanya tersebar di sejumlah kabupaten lain terdampak.

Dari sisi demografi, korban meninggal didominasi perempuan sebesar 55 persen, sedangkan laki-laki 45 persen. Kelompok usia lanjut menjadi yang paling banyak meninggal dunia dengan proporsi 45 persen, diikuti usia dewasa 37 persen.

Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga bertambah 63 orang sehingga total mencapai 1.666 orang. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, terdiri atas 239 luka berat dan 404 luka ringan.

"Yang terbesar itu ada di Manggarai Timur di mana luka berat sebesar 239 orang, luka ringan sebesar 404 orang,” ujarnya.

Topik Menarik