Polisi Terima Hasil Forensik Jasad Sutrimo Pekan Ini

Polisi Terima Hasil Forensik Jasad Sutrimo Pekan Ini

Nasional | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:08
share

Polda Metro Jaya masih menunggu hasil forensik dari sampel jasad Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemeriksaan dari Laboratorium Forensik tersebut direncanakan diterima pada pekan ini.

"Kemungkinan, kita menerima hasil di minggu ini dari dokter forensik. Ini masih dikomunikasikan dari penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (25/8/2026).

Meski begitu, Budi belum bisa memastikan kapan tepatnya hasil forensik itu diterima. Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 27 orang saksi.

Baca Juga: Hermawan Sulistyo Yakin Kematian Sutrimo karena Terbunuh

Nantinya, lanjut Budi, pihak dari dokter forensik yang akan menyampaikan hasil dari pemeriksaan jasad Sutrimo. Sebab, pihak dokter yang berkompeten untuk memberikan penjelasan."Kami juga berharap nanti setelah hasil lab, tim dokter forensik yang akan menyampaikan, mereka-mereka yang expert di bidangnya masing-masing," ujar dia.

Diketahui, Sutrimo bekerja di rumah eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Ia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026).

Penyebab kematian Sutrimo belum dapat dipastikan. Tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang diambil saat ekshumasi dan autopsi.

Ketua Tim Forensik Prof Ahmad Yudianto mengatakan, sampel diambil dari berbagai bagian tubuh Sutrimo, mulai dari kepala hingga bagian tubuh bawah. Sampel tersebut berupa jaringan, organ dalam, dan swab.

"Perkiraan antara 2-3 minggu bisa terselesaikan dari hasil laboratoriumnya," kata Ahmad Yudianto di Polresta Banyumas, dikutip dari iNews Purwokerto.

Dia menjelaskan, pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian berdasarkan bukti medis dan ilmiah. Pemeriksaan meliputi histopatologi, toksikologi, dan DNA.

Topik Menarik