Pemerintah Belum Berencana Bentuk Satgas Khusus Karhutla, Ini Alasannya
Pemerintah menyatakan bahwa belum ada rencana untuk pembentukan satuan tugas (Satgas) Khusus untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penanganan yang telah dilakukan saat ini oleh sejumlah Kementerian dan lembaga dinilai sudah cukup kuat.
"Saya kira belum ya, karena kemarin hasil dari lapangan, penanganan yang itu juga sudah koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat ya," kata Prasetyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Istana Tepis Kabar Haji Isam Ditunjuk Jadi Koordinator Karhutla: Tidak Benar Itu!
Bahkan, kata dia, penambahan pasukan maupun peralatan seperti alat pelindung diri (APD) hingga penerjunan armada helikopter untuk melakukan operasi water booming dari udara juga sudah dikerjakan.
Cak Imin Beberkan Daftar Undang-Undang yang Perlu Diubah: Omnibus Law Cipta Kerja hingga UU Minerba
"Dan hari ini penambahan personel dari tiga batalyon juga sudah berada di lokasi. Memang kita sama-sama kita keroyok. Insya Allah enggak perlu kita bikin Satgas Khusus," ujarnya.
Komunikasi dengan Negara Tetangga
Pemerintah Indonesia sudah membangun komunikasi secara informal dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura usai ikut terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Baca juga: BNPB Catat 1.842 Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa komunikasi pemerintah telah dibangun secara khsusus oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
"Kalau secara informal ada. Secara informal memang sebagai negara tetangga kan tentunya melalui Pak Menlu ada komunikasi," kata Prasetyo.
Dia mengungkap bahwa Menlu juga sempat mengungkap isi pembahasan mengenai komunikasi yang telah dilakukan. Hanya saja, dia tak mengungkap apa yang menjadi isi dari topik pembicaraannya.
"Tadi juga Pak Menlu cerita juga tuh ke kami. Makanya kita berusaha secepatnya untuk bisa mengatasi masalah Karhutla ini," ujarnya.










