Kapal Tanker Gas Aura Diserang Drone di Laut Hitam, 4 WNI Selamat
JAKARTA - Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) tanker LPG MT Gas Aura selamat dari serangan drone di perairan Laut Hitam, sekitar Kavkaz, Rusia beberapa waktu lalu. Keempat WNI tersebut tidak mengalami luka dalam insiden yang menyebabkan kapal mengalami kerusakan berat.
KBRI Ankara memastikan, telah memberikan pendampingan dan pelindungan kepada keempat ABK sejak menerima laporan mengenai serangan tersebut. Adapun keempat ABK tersebut yakni MF, YA, YO dan FM.
“Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal LPG Gas Aura selamat,” kata KBRI Ankara dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
KBRI Ankara menerima laporan melalui Hotline Pelindungan WNI pada 15 Juli 2026. Setelah itu, perwakilan Indonesia melakukan koordinasi dengan perusahaan penyalur awak kapal, pemilik kapal, keluarga ABK, Kementerian Luar Negeri RI, serta otoritas terkait di Türkiye.
Kerusakan berat pada Gas Aura menyebabkan paspor, buku pelaut, dan sejumlah dokumen penting milik keempat WNI terbakar atau hilang.
“Proses repatriasi disederhanakan dengan menerbitkan dokumen perjalanan pengganti paspor (SPLP). Kerja intensif juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Turki untuk mendapatkan izin imigrasi agar awak kapal dapat melintasi perbatasan secara legal dan aman,” ujarnya.
Keempat ABK berhasil turun dari kapal dan berada di Trabzon, Turki, untuk mengurus proses pemulangan ke Indonesia. KBRI Ankara menyatakan terus memantau perkembangan kasus tersebut.
Gas Aura merupakan kapal pengangkut LPG berbendera Panama. Setelah serangan, para awak dievakuasi ke kapal LPG Gas Nero. Otoritas maritim Turki melaporkan dua awak asal Filipina yang terluka kemudian dipindahkan dari Gas Nero ke helikopter Penjaga Pantai Turki di lepas pantai Sinop pada (16/7).
Gas Nero juga kemudian diserang drone saat berlayar di Laut Hitam. Serangan tersebut memicu kebakaran pada salah satu tangki bagian depan kapal.
Otoritas Turki mengerahkan kapal tunda pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran dan selanjutnya mengarahkan Gas Nero ke Trabzon untuk menjalani perbaikan.
Iram Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Serangan terhadap kedua kapal tersebut menambah risiko bagi pelayaran komersial di Laut Hitam, kawasan yang terdampak konflik Rusia-Ukraina.
Kapal sipil dan awak dengan berbagai kewarganegaraan masih beroperasi di jalur pelayaran tersebut meski menghadapi ancaman keamanan.
Dalam sejumlah laporan mengenai insiden Gas Aura, muncul klaim bahwa serangan diduga dilakukan oleh militer Ukraina. Namun, informasi yang tersedia belum memberikan konfirmasi independen mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Oleh karena itu, penetapan pihak yang bertanggung jawab perlu menunggu penyelidikan dan bukti yang dapat diverifikasi. Pemerintah Indonesia juga perlu memperoleh informasi resmi mengenai kronologi kejadian untuk memastikan langkah pelindungan terhadap WNI.









