Chua Kotak Ungkap Makna Lagu YOLO, Terinspirasi dari Anak yang Jadi Korban Kekerasan Verbal

Chua Kotak Ungkap Makna Lagu YOLO, Terinspirasi dari Anak yang Jadi Korban Kekerasan Verbal

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:53
share

Grup band legendaris Kotak kembali menggebrak industri musik Tanah Air dengan merilis single terbaru bertajuk YOLO (You Only Live Once). Di balik kemasan musik rock yang enerjik, terselip cerita menyentuh dari sang bassist, Swasti Sabdastantri atau yang akrab disapa Chua, mengenai latar belakang penulisan lirik lagu tersebut.

Chua mengungkapkan bahwa lirik lagu YOLO memiliki makna yang sangat personal baginya. Hal ini bermula dari kondisi sang buah hati yang sempat mengalami pengalaman pahit berupa kekerasan verbal di lingkungannya.

Baca juga: Ardhito Pramono Gugat Sony Music Indonesia soal Pengelolaan dan Royalti Lagu

"POV YOLO di aku personal sendiri, lagu ini aku bikin sebenarnya untuk doping anak aku. Anak aku yang sempat mengalami kekerasan verbal, dia merasa terkurung, dia merasa nggak percaya kalau dirinya itu nggak pantes buat dunia ini atau dunianya itu nggak bagus," ungkap Chua saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026) malam.

Bagi Chua, lagu ini bukan sekadar karya seni, melainkan sebuah bentuk dukungan moral agar sang anak kembali bangkit dan percaya diri. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang berhak untuk bersinar terlepas dari omongan negatif orang lain.Baca juga: Nuca dan Whisnu Santika Siapkan Kolaborasi Lewat Lagu Pesan Rindu

"Jadi lagu ini sebagai doping dari Mama Chua, dari Bunda Tantri, dari Pakde Cella kalau misalnya ayo kita sama-sama yuk," lanjutnya.

Tak hanya untuk sang anak, Chua menyadari bahwa banyak orang di luar sana yang terjebak dalam rasa takut berekspresi karena tekanan eksternal.

Melalui lagu tersebut, Kotak ingin mengajak pendengarnya untuk membebaskan diri dari belenggu rasa takut tersebut.

"Ternyata banyak sekali teman-teman yang merasakan hal yang sama, yang dia terbelenggu karena rasa takut yang berlebihan jadi dia tidak bisa mengekspresikan dirinya sendiri. Jadi lagu ini sebagai doping untuk semangat yang lebih berwarna lagi," tambah Chua.Dari sisi musikalitas, Cella selaku gitaris sekaligus komposer menjelaskan bahwa ia tetap mempertahankan roots musik Kotak namun menambahkan sentuhan modern. Ia sengaja memberikan ruang bagi bass untuk menonjol agar selaras dengan pesan kuat yang ditulis oleh Chua.

"Aku pengen ngembaliin roots-nya Kotak bukan berarti harus kembali ke era lama, spirit-nya aja. Bass juga bisa jadi headliner gitu di depan memimpin sebuah upacara gitu ibaratnya, sebuah peperangan. Dan akhirnya vibe itu aku dapet di lagu ini," jelas Cella.

Sementara itu, Tantri sang vokalis menegaskan bahwa akronim YOLO dalam lagu ini memiliki pesan yang positif. Ia ingin meluruskan persepsi bahwa "hidup cuma sekali" bukan berarti bisa bertindak semaunya tanpa tanggung jawab.

"Kita pengen meluruskan juga jangan mentang-mentang You Only Live Once jadi seenaknya gitu. Maksudnya ini kita lebih menjurus lagi You Only Live Once, lo jadi diri lo, lo berkembang tanpa harus jadi beban seperti orang lain, jadi diri sendiri, sikat!" tegas Tantri.

Lagu YOLO sendiri menjadi tonggak sejarah baru bagi Kotak yang kini resmi berjalan di jalur independen. Meski sudah berkarier selama 22 tahun, Tantri mengaku merasa seperti band baru yang kembali menemukan gairah dalam bermusik.

"Fase Kotak sekarang tuh karena memang kita merangkak kembali menjadi band baru tanda kutip. Belajar jadi band baru lagi, jadi entah kenapa di usia 22 tahun ini spirit kita tuh jadi terasa bener-bener muda banget," pungkasnya.

Topik Menarik