Al-Quran, Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Berlaku hingga Akhir Zaman

Al-Quran, Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Berlaku hingga Akhir Zaman

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 13:55
share

Para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad SAW dianugerahi berbagai mukjizatsebagai bukti kenabian mereka. Mukjizat tersebut umumnya bersifat temporal, lokal, dan material karena risalah yang mereka bawa ditujukan kepada umat tertentu, di wilayah tertentu, dan dalam masa tertentu.

Kondisi tersebut berbeda dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Rasulullah diutus bukan hanya untuk satu kaum atau wilayah, melainkan untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman. "Pengutusan ini juga memerlukan mukjizat," kata cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al-Qur'an (Mizan, 1996).

Menurut Quraish Shihab, karena risalah Nabi Muhammad SAW bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman, bukti kebenaran kenabian beliau juga tidak mungkin hanya bersifat lokal, temporal, dan material.

Bukti tersebut harus memiliki sifat universal dan kekal. Selain itu, kebenarannya dapat dipikirkan, dikaji, serta dibuktikan oleh manusia dari berbagai zaman. Di sinilah Al-Qur'an memiliki kedudukan penting sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW.Baca juga:26 Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Menakjubkan, dari Membelah Bulan hingga Isra Mikraj

Quraish Shihab menjelaskan, setidaknya terdapat tiga aspek dalam Al-Qur'an yang dapat menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW sekaligus menunjukkan bahwa informasi dan petunjuk yang beliau sampaikan benar-benar bersumber dari Allah SWT.

Menariknya, ketiga aspek tersebut menjadi semakin kuat apabila melihat latar belakang Rasulullah SAW yang dikenal sebagai seorang yang tidak membaca dan menulis.

Nabi Muhammad SAW juga tidak tumbuh di tengah masyarakat yang memiliki tradisi peradaban dan ilmu pengetahuan seperti Mesir, Persia, atau Romawi.

Beliau justru dibesarkan di tengah masyarakat Arab yang pada masa itu memiliki keterbatasan dalam kemampuan baca tulis dan berhitung.Al-Qur'an sendiri menegaskan kondisi tersebut. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 48:

"Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Qur'an) dan engkau tidak pernah menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya engkau pernah membaca dan menulis, niscaya orang-orang yang mengingkarinya akan ragu."

Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam menjelaskan bahwa Al-Qur'an bukanlah hasil karya Rasulullah SAW.

Lantas, apa saja aspek kemukjizatan Al-Qur'an yang menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW?

1. Keindahan dan Ketelitian Redaksi Al-Qur'an

Aspek pertama adalah keindahan bahasa serta ketelitian redaksi Al-Qur'an. Susunan ayat, pemilihan kata, gaya bahasa, dan kandungan maknanya menjadi bagian dari kemukjizatan kitab suci tersebut.

Keistimewaan bahasa Al-Qur'an bahkan menjadi tantangan bagi masyarakat Arab yang ketika itu dikenal memiliki tradisi sastra yang tinggi.

2. Pemberitaan tentang Hal-Hal Gaib

Aspek kedua adalah pemberitaan Al-Qur'an mengenai perkara-perkara gaib. Al-Qur'an menyampaikan berbagai informasi tentang masa lalu, kehidupan setelah kematian, serta sejumlah peristiwa yang belum terjadi pada saat ayat diturunkan.Pemberitaan tersebut menjadi salah satu aspek yang dikaji sebagai bukti kemukjizatan Al-Qur'an sekaligus kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW.

3. Isyarat-Isyarat Ilmiah

Aspek ketiga adalah adanya isyarat-isyarat ilmiah dalam Al-Qur'an. Sejumlah ayat Al-Qur'an berbicara tentang alam semesta, penciptaan manusia, kehidupan, dan berbagai fenomena alam.

Ayat-ayat tersebut kemudian menjadi bahan kajian umat Islam dari masa ke masa. Namun, pemaknaannya tetap perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak memaksakan temuan ilmiah modern ke dalam ayat Al-Qur'an.

Ketiga aspek inilah yang menjadikan Al-Qur'an memiliki karakter berbeda dari mukjizat para nabi terdahulu.

Jika mukjizat nabi-nabi sebelumnya banyak disaksikan oleh masyarakat pada masa dan tempat tertentu, Al-Qur'an tetap dapat dibaca, dikaji, dan diteliti oleh manusia kapan pun dan di mana pun.

Karena itu, Al-Qur'an tidak hanya menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW bagi generasi para sahabat, tetapi juga menjadi mukjizat yang terus hadir bagi umat Islam hingga akhir zaman.

Pembahasan mengenai tiga aspek kemukjizatan Al-Qur'an tersebut masih sangat luas. Keindahan bahasanya, pemberitaan gaib, hingga isyarat ilmiah di dalamnya menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana Al-Qur'an menjadi bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW.

Baca juga:10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang Jarang Diketahui, Nomor 8 Bikin Takjub

Topik Menarik