Desakan Reshuffle Kabinet Kembali Mengemuka, Siapa Menteri yang Layak Diganti?

Desakan Reshuffle Kabinet Kembali Mengemuka, Siapa Menteri yang Layak Diganti?

Nasional | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 05:50
share

Desakan agar Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Menteri-menteri yang tidak berprestasi dan kerap mengundang kegaduhan didorong untuk diganti.

"Harusnya menteri tak berprestasi dan tidak kompeten di-kicked out, jangan dipertahankan," ujar Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie kepada SindoNews, Kamis (20/8/2026).

Jerry lantas menyebut beberapa kriteria lain menteri yang layak masuk daftar reshuffle adalah yang sering melakukan blunder dan mengundang kegaduhan. "Cari menteri kompeten seperti era Soeharto," kata Jerry.

Soal kapan sebaiknya reshuffle tersebut dilakukan, Jerry mengatakan bisa dilakukan pada momentum dua tahun pemerintahan Prabowo, yakni Oktober 2026.

Baca Juga: 4 Jejak Reshuffle Kabinet Merah Putih Prabowo-GibranTerpisah, pegiat sosial-politik dan tokoh eksponen Angkatan Reformasi 1998 Andrianto juga menyoroti kinerja Kabinet Merah Putih. "Memang kinerja kabinet tidak sesuai harapan. Kini jelang dua tahun sudah saatnya kabinet dirombak total. Butuh penyegaran dengan sosok baru yang bukan bagian dari rezim lama," ujar Andrianto kepada SindoNews, Kamis (20/8/2026).

Sementara, peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Tri Wibowo Santoso memandang bahwa pergantian arah ekonomi politik dari pemerintahan Prabowo Subianto akan berjalan tertatih apabila orang-orang yang tidak tepat masih menduduki kabinet. Menurutnya, dengan di-reshuffle-nya Sri Mulyani sebagai core dari neoliberal tahun lalu ternyata tidak serta-merta membuat laju pemerintahan Prabowo dapat cepat mengejar ketertinggalan dari negara-negara industri maju.

"Ini disebabkan oleh masih bercokolnya menteri-menteri neolib lain peninggalan rezim Jokowi di dalam kabinet," kata Bowo, sapaan Tri Wibowo Santoso, dikutip Kamis (20/8/2026).

Bowo menilai, kesalahan Prabowo memilih menteri peninggalan Jokowi membuat "bom waktu" itu meledak, yakni anjloknya survei kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo dari beberapa bulan sebelumnya masih di kisaran 80 menjadi hanya 50 saat ini.

Baca Juga: Isu Reshuffle, Mensesneg: Prioritasnya Isi Jabatan Wamen yang KosongSebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo Subianto belum berencana untuk melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Kalaupun ada reshuffle, hanya untuk mengisi posisi wakil menteri (wamen) yang kosong.

"Belum, belum. Itu kan kemarin karena ada pertanyaan mengenai reshuffle, jadi sampai hari ini belum ada rencana untuk adanya reshuffle," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Prasetyo menilai, Prabowo akan memprioritaskan pengisian jabatan-jabatan kosong. "Nah yang kami sampaikan adalah, kalaupun ada mungkin prioritasnya adalah mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal itu sementara saat ini kosong," tutur Prasetyo.

Prasetyo mencontohkan kursi Wamentan yang kosong setelah ditinggalkan Sudaryono karena diberi tugas baru menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). "Nah, contohnya kan Wamentan yang diberi tugas untuk membenahi Badan Gizi Nasional kita, kemudian Wamen Imipas yang kemarin kena perkara hukum, kan gitu," pungkasnya.

Topik Menarik