3 Gelandang Paling Tangguhdalam Sepak Bola Versi Legenda Manchester United

3 Gelandang Paling Tangguhdalam Sepak Bola Versi Legenda Manchester United

Olahraga | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:51
share

Roy Keane dikenal sebagai salah satu gelandang paling keras dalam sejarah Premier League. Sepanjang kariernya bersama Manchester United dan tim nasional Republik Irlandia, Keane terbiasa menghadapi duel fisik sengit di lini tengah.

Namun, ketika diminta menyebut gelandang tersulit yang pernah dihadapinya, Keane tidak memilih nama-nama besar seperti Patrick Vieira, yang menjadi rivalnya dalam persaingan Manchester United dan Arsenal.

Dalam program Monday Night Football Sky Sports, Keane justru menyebut tiga gelandang asal Inggris yang menurutnya selalu memberikan pertandingan sulit, yakni David Batty, Rob Lee, dan Gary Speed.

“David Batty dan pemain-pemain seperti itu. Rob Lee selalu membuat Anda menjalani pertandingan yang sulit. Gary Speed, semoga Tuhan mengistirahatkan jiwanya. Mereka adalah pemain-pemain hebat. Sejujurnya, mereka selalu memberikan pertandingan yang sulit,” kata Keane.

Menurut Keane, ketiganya memang tidak memiliki popularitas sebesar Vieira atau sejumlah gelandang bintang lainnya. Namun, kualitas dan karakter permainan mereka membuat setiap pertemuan menjadi pertarungan berat.“Memang mereka mungkin tidak memiliki nama besar seperti Vieira atau pemain-pemain lainnya, tetapi setiap pekan Anda selalu menghadapi pemain yang sangat bagus,” ujarnya.

Keane juga menilai ketiga pemain tersebut memiliki karakter keras. Bahkan, ia berseloroh bahwa dirinya tidak selalu menjadi pihak yang memulai kontak fisik dalam pertandingan.

“Gary Speed adalah pemain top untuk dihadapi. Dan sekali lagi, Gary cukup kasar. Batty juga kasar. Orang-orang selalu mengingat saya menendang pemain lain, padahal banyak dari mereka juga menendang saya! Saya hanya membalas selama bertahun-tahun, itu saja,” tutur Keane.

Berikut tiga gelandang yang dianggap Roy Keane sebagai lawan paling tangguh pada generasinya:

1. David Batty – Leeds United

David Batty merupakan sosok yang paling identik dengan Leeds United dalam daftar ini. Lahir di Leeds, Batty berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan paling tangguh pada eranya.

Ia dikenal karena kemampuan membaca permainan, tekel keras, serta keberanian dalam duel perebutan bola. Gaya bermainnya yang tanpa kompromi membuat Batty menjadi lawan yang sangat merepotkan bagi gelandang mana pun.Batty juga memiliki kemampuan teknis yang cukup untuk mengimbangi permainan cepat di lini tengah. Bagi Keane, karakter keras Batty membuat setiap duel dengannya menjadi pertarungan yang tidak mudah.

Summary: Batty adalah gelandang bertahan pekerja keras dengan tekel keras dan karakter pantang menyerah. Ia menjadi salah satu simbol permainan keras Leeds United pada era tersebut.

2. Rob Lee – Newcastle United

Rob Lee menjadi bagian penting dari generasi emas Newcastle United di bawah asuhan Kevin Keegan pada pertengahan 1990-an. Berposisi sebagai gelandang tengah, Lee dikenal memiliki stamina tinggi dan kemampuan tampil di berbagai area lapangan.

Lee tidak hanya kuat dalam duel, tetapi juga mampu membantu serangan. Kemampuan bermain dari kotak penalti ke kotak penalti membuatnya menjadi salah satu mesin utama lini tengah Newcastle.

Keane secara khusus mengingat Lee sebagai pemain yang “selalu memberikan pertandingan sulit”. Artinya, Lee bukan hanya menyulitkan lawan secara fisik, tetapi juga mampu memberikan tekanan melalui kualitas permainannya.

Summary: Lee merupakan gelandang box-to-box dengan stamina, agresivitas, dan kemampuan menyerang yang membuatnya menjadi bagian penting dari Newcastle era “The Entertainers”.

3. Gary Speed – Newcastle United

Gary Speed melengkapi trio pilihan Keane. Pemain asal Wales tersebut merupakan salah satu gelandang paling konsisten pada generasinya dan memiliki karier panjang di level tertinggi sepak bola Inggris.Speed dikenal memiliki etos kerja luar biasa, kemampuan berlari tanpa henti, serta kualitas teknis yang membuatnya bisa berkontribusi dalam bertahan maupun menyerang.

Bagi Keane, Speed bukan hanya pemain bagus, tetapi juga lawan yang tangguh dalam duel. Keane bahkan menyebut Speed sebagai “pretty nasty” ketika menggambarkan betapa kerasnya pertandingan melawan sang gelandang.

Speed juga menjadi bagian dari skuad Newcastle yang hampir memenangkan Premier League 1995/1996. Newcastle sempat unggul hingga 12 poin sebelum Manchester United bangkit dan akhirnya merebut gelar.

Topik Menarik