Usai Timnas Indonesia Terpuruk di Piala AFF 2026, PSSI Kirim Pesan Tegas untuk Suporter

Usai Timnas Indonesia Terpuruk di Piala AFF 2026, PSSI Kirim Pesan Tegas untuk Suporter

Olahraga | inews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:19
share

JAKARTA, iNews.id – Stop Hate, Protect Football menjadi pesan penting FIFA yang kembali mengingatkan seluruh pecinta sepakbola untuk menjaga pemain, ofisial, dan suporter dari tindakan kebencian, baik di stadion maupun dunia digital. 

Seruan tersebut mendapat perhatian di Indonesia setelah kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 membuat sejumlah pemain mendapat hujatan hingga serangan personal di media sosial.


Pesan FIFA Jadi Pengingat usai Pemain Timnas Indonesia Dihujat

Pesan FIFA dalam unggahan Instagram bertajuk “Protecting players online around the world” dengan seruan visual Stop Hate, Protect Football menegaskan sepakbola harus menjadi ruang yang aman bagi semua pihak yang terlibat.

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 memang mengecewakan publik. Namun, hasil pertandingan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan penghinaan, perundungan, penyebaran data pribadi, ancaman, maupun serangan terhadap keluarga pemain.

Situasi yang dialami bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, bersama keluarganya menjadi salah satu pengingat penting. Kekecewaan setelah pertandingan dapat berubah menjadi masalah serius jika tidak disampaikan dengan cara yang tepat.

PSSI melalui Ketua Umum Erick Thohir dan Sekretaris Jenderal Yunus Nusi menyampaikan keprihatinan atas ujaran kebencian serta ancaman yang menyasar Justin Hubner dan keluarganya. PSSI juga meminta publik tetap memberikan kritik secara sportif tanpa menyerang pribadi pemain maupun pelatih.

“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian. Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka—termasuk keluarga—harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian," ujar Yunus Nusi di Jakarta pekan lalu.

Dukungan kepada pemain bukan berarti menutup ruang kritik. Kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi, tetapi harus diarahkan pada permainan, keputusan, dan proses yang bisa diperbaiki, bukan menjadi serangan pribadi di ruang digital.


Super League dan Championship 2026-2027 Jadi Momentum Bangkit

Momentum kebangkitan sepakbola Indonesia akan hadir melalui bergulirnya musim kompetisi I.League 2026-2027, terutama Super League dan Championship 2026-2027 yang dijadwalkan dimulai pada 4 dan 11 September 2026.

Kompetisi domestik menjadi ruang bagi pemain untuk kembali membangun kepercayaan diri, meningkatkan performa, dan memperjuangkan tempat di Timnas Indonesia. Klub-klub juga membutuhkan dukungan positif dari suporter agar pembinaan, regenerasi, dan persaingan sehat dapat berjalan sepanjang musim.

PSSI mengajak seluruh pecinta sepakbola nasional mengubah kekecewaan menjadi dukungan yang bermartabat. Suporter diharapkan hadir ke stadion dengan tertib, menyaksikan pertandingan melalui kanal resmi, membeli tiket serta produk klub secara legal, dan memberikan apresiasi terhadap kerja keras pemain.

Di media sosial, PSSI juga meminta suporter menolak serta melaporkan konten yang berisi ujaran kebencian, perundungan, doxing, atau ancaman tanpa ikut menyebarluaskan konten tersebut.

"Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas. Dukungan juga saat mereka bersama klub masing-masing. Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepakbolanya," pungkas Yunus Nusi.

Topik Menarik