Aspirasi Indonesia Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo Menuju Indonesia Emas 2045
Pembina organisasi kemasyarakatan Aspirasi Indonesia Andrianto menegaskan komitmen penuh organisasi untuk mengawal dan mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi membawa Indonesia keluar dari status negara pinggiran (periferial) menuju negara maju. Andrianto menekankan pentingnya menegakkan konstitusi secara nyata dan murni, khususnya pemenuhan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.
Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan jalan sehat sekaligus syukuran atas HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh organisasi kemasyarakatan perempuan, Aspirasi Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026. Acara ini diikuti oleh 60 perempuan anggota Aspirasi Indonesia dan berhasil menyedot perhatian ribuan warga DKI Jakarta yang tengah beraktivitas di area Car Free Day (CFD) Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
"Harapan kita semua di usia ke-81 tahun Indonesia Merdeka ini, Bapak Presiden Prabowo akan menegakkan konstitusi secara benar dan riil. Terutama Pasal 33 dalam rangka mewujudkan koperasi menjadi saka guru perekonomian nasional, serta Pasal 34 untuk merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga merupakan amanat konstitusi. Bersama ibu-ibu Aspirasi Indonesia, kita akan berjalan dan melangkah bersama mendukung Presiden Prabowo demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegas Andrianto di hadapan massa aksi.
Baca juga: Ragam Kuliner Jadi Jamuan Masyarakat Rayakan HUT ke-81 RI di Istana
Hal senada dikatakan oleh Ketua Umum DPP Aspirasi Indonesia Wati Imhar atau akrab disapa Mak Wati. “Kita dukung penuh dan kawal program-program Presiden Prabowo dalam Asta Cita,” ujarnya.Selain menyuarakan dukungan terhadap program kerakyatan Presiden Prabowo, Wati Imhar juga kembali menuntut agar pemerintah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Libur Nasional.
Aspirasi ini turut diapresiasi oleh Andrianto selaku pembina, mengingat ia bersama jajaran pengurus Aspirasi Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam aksi bersama menolak Islamofobia, termasuk deklarasi gerakan tersebut di Masjid Agung Al-Azhar pada 15 Maret 2022.









