Megawati Soroti BPJS Kesehatan: Jangan Diutak-atik, Tambah Anggaran untuk Rakyat

Megawati Soroti BPJS Kesehatan: Jangan Diutak-atik, Tambah Anggaran untuk Rakyat

Nasional | sindonews | Senin, 17 Agustus 2026 - 19:46
share

Mantan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meminta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak diutak-atik. Sebab, ia menduga ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu program kesehatan yang dicetusnya.

"Saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai dikutik-kutik sepertinya apa? Kenapa? Padahal saya bikin itu bagi rakyat banyak, rakyat jelata, yang kalau sakit itu tidak mudah mencari uang," kata Megawati saat menjadi inspektur upcara HUT ke-81 RI di lapangan Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Senin (17/8/2026).

Megawati kemudian menjelaskan alasan dibalik lahirnya program tersebut. Menurutnya, kala itu ia bertemu dengan salah satu ibu di rumah sakit.

Baca juga: Megawati: Bangsa yang Besar, Berani Menatap Sejarahnya Sendiri

Dalam momen tersebut kata Megawati, ibu itu kebingungan untuk membayar uang rumah sakit sembari menunggu suaminya datang membawa duit.

"Coba bayangkan, dari situ saya bisa belajar harus ada yang namanya pemerintah itu juga memberikan bakti kepada rakyatnya bagi kesehatan dan pendidikan. Itu seharusnya kerja dari pemerintah Republik Indonesia," ujarnya.

Akan hal itu, Megawati mendesak kementerian/lembaga terkait tetap mengadakan program BPJS. Bahkan, ia meminta tambahan anggaran program tersebut lantara dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

"Nah sekarang itu, eh tolong dengarkan ya Kementerian Kesehatan dan lain sebagainya, Keuangan, tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak. Saya enggak nyari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya apa? Sedih melihat rakyat itu menjual ini menjual itu," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kekhawatirannya terkait tingginya angka pengangguran di kalangan berpendidikan tinggi. Ia mengaku terganggu dengan pemberitaan koran mengenai fenomena banyaknya orang pintar yang belum mendapatkan pekerjaan."Bingung saya, karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta. Ke mana mereka? Ini sedang saya suruh urus untuk melihat sebetulnya apa yang terjadi," ungkapnya.

Menurut Megawati, pemenuhan layanan kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang layak merupakan jalan peradaban bangsa yang harus didukung oleh sistem politik dan negara hukum yang berkeadilan.

Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju di Eropa dan Asia yang menempatkan pendidikan serta kesehatan rakyat sebagai prasyarat utama penguasaan sains dan teknologi.

"Pada usia Republik yang ke-81 ini, semua yang diimpikan Bung Karno harusnya sudah bisa dilaksanakan. Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berdiri dengan kuatnya," pungkasnya.

Topik Menarik