Gempa M7,7 Guncang NTT, Festival Golo Koe di Labuan Bajo Dihentikan
Kementerian Pariwisata secara resmi menghentikan rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat NTT. Hal tersebut dilakukan usai gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi (15/8/2026).
Gempa berkedalaman 15 km di 30 km kawasan Mbay-Nagekeo itu dilaporkan memicu serangkaian gempa susulan kuat hingga terasa di kawasan Labuan Bajo yang merupakan kawasan wisata dengan magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA, magnitudo 4,5 pada pukul 06.22 WITA, dan magnitudo 5,6 pada pukul 06.37 WITA.
Baca Juga : Gempa NTT M7,7 Memicu Tsunami Mengulang Sejarah Gempa Flores 1992
Penghentian rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat itu sendiri dilakukan sebagai langkah mitigasi dan prioritas keselamatan terhadap para wisatawan. Mengingat, keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana termasuk di kawasan destinasi super prioritas Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima).
Kementerian Pariwisata turut mengimbau para pelaku usaha, wisatawan domestik maupun mancanegara, serta warga setempat agar tetap tenang dan menyaring informasi hanya dari saluran resmi milik BMKG, BPOLBF, maupun instansi berwenang. Selain itu, gempa tersebut juga mengakibatkan beberapa fasilitas pariwisata seperti hotel dan resto serta lokasi wisata mengalami kerusakan dan ratusan wisatawan harus dievakuasi.
Baca Juga : Pasca Gempa NTT, Kemenpar Evakuasi Tamu Hotel Labuan Bajo dan 986 Wisatawan di Pulau Padar
Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sendiri telah melakukan evakuasi terhadap 986 wisatawan yang sebelumnya terjebak akibat penutupan sementara pelayaran kini telah tiba kembali di Labuan Bajo dengan selamat. Kepulangan mereka dilakukan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo resmi menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran.
Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo juga telah dievakuasi dan diarahkan ke titik aman seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan dari Meurorah Hotel yang sempat dievakuasi ke Puncak Waringin saat ini sudah dipastikan aman dan diperbolehkan kembali ke akomodasi masing-masing.
Untuk sektor transportasi, dilaporkan operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan normal dengan pembatasan (with restriction) setelah lolos pemeriksaan kelaikan teknis. Demikian pula dengan aktivitas pelayaran laut yang mulai dibuka kembali secara bertahap.










