Jangan Sepelekan Posisi Tidur, Dokter Ungkap Dampaknya bagi Tubuh

Jangan Sepelekan Posisi Tidur, Dokter Ungkap Dampaknya bagi Tubuh

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:49
share

Posisi tidur ternyata dapat memengaruhi kondisi tubuh dalam jangka panjang. Jika dilakukan terus-menerus, posisi tidur yang kurang tepat berpotensi mengganggu postur dan memicu keluhan pada tulang belakang.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, membenarkan adanya keterkaitan antara posisi tidur dan postur tubuh. Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, ia menjelaskan bahwa dampak dari kebiasaan tidur yang salah biasanya tidak langsung terasa. Masalah tersebut dapat muncul secara perlahan setelah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur,” ujar dr. Tirta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Baca Juga : Benarkah Tidur Tanpa Bantal Lebih Sehat? Ini Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli

Ia mencontohkan salah satu kebiasaan yang cukup banyak dilakukan, yakni tidur menggunakan bantal yang terlalu keras dan tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat posisi leher dan punggung tidak berada dalam posisi alami.Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut disebut dapat memengaruhi postur tubuh ketika seseorang beraktivitas.

“Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih (bungkuk). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit,” jelasnya.

Selain posisi tidur, kualitas dan karakteristik kasur juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. dr. Tirta menjelaskan bahwa perbedaan harga kasur yang sangat jauh di pasaran salah satunya berkaitan dengan teknologi penopang tulang belakang atau spine support.

“Itu alasan kenapa ada kasur harganya 160 juta dan ada kasur harganya cuma 160 ribu. Pembedanya adalah kasur-kasur yang harganya ratusan juta tersebut, itu memiliki spine support dan memory. Karena tubuh manusia itu berbeda-beda,” ungkap dr. Tirta.

Baca Juga : 5 Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Jangan Asal!Menurutnya, tidak ada satu jenis kasur yang otomatis cocok untuk semua orang. Pemilihan kasur perlu disesuaikan dengan kondisi dan anatomi tubuh masing-masing.

Ia pun memberikan contoh berdasarkan kondisi fisiknya sendiri. Karena memiliki massa otot yang cukup besar di bagian punggung, ia membutuhkan kasur yang mampu memberikan tumpuan sekaligus menyesuaikan posisi tubuh ketika tidur menyamping.

“Contoh, saya genetiknya tuh gede di otot sini, rhomboid sama latissimus dorsi atau sayap. Sehingga ketika saya tidur miring, sakit ini bahunya. Sehingga saya membutuhkan kasur yang dia kalau tidur, ininya harus bahunya harus tenggelam. Kalau enggak, sini akan sakit, tension sampai sini,” lanjutnya.

Pemilihan alas tidur juga menjadi perhatian bagi orang yang memiliki riwayat gangguan pada tulang belakang. dr. Tirta menyebut kebutuhan tidur setiap orang dengan kondisi tersebut bisa berbeda dan perlu disesuaikan dengan masalah yang dialami.

Ia mencontohkan orang dengan skoliosis atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP), yang dikenal masyarakat sebagai saraf terjepit. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian khusus terhadap posisi tidur dan dukungan pada bagian tubuh tertentu.

“Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya,” pungkas dr. Tirta.

Pada akhirnya, posisi tidur dan alas tidur bukan sekadar soal kenyamanan. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari perlu diperhatikan, terutama jika mulai muncul keluhan pada leher, punggung, atau bagian tubuh lainnya.

Topik Menarik