Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak akan Dibuka Lagi Tanpa Berakhirnya Perang di Gaza dan Lebanon

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak akan Dibuka Lagi Tanpa Berakhirnya Perang di Gaza dan Lebanon

Global | sindonews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:38
share

Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz kecuali Amerika Serikat mengubah sikapnya dan menerima syarat-syarat Teheran, termasuk penghentian perang melawan Iran, pencairan dana Iran yang dibekukan, serta berakhirnya perang di Gaza dan Lebanon. Penegasan itu disampaikan seorang pejabat tinggi keamanan Iran.

Mayor Jenderal Mohsen Rezaei—utusan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sekaligus sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran—menyampaikan hal tersebut pada hari Selasa dalam pertemuan dengan Duta Besar China untuk Teheran, Cong Peiwu, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.

Rezaei menyatakan Washington harus mengakhiri perang melawan Iran dan mencairkan aset Iran yang dibekukan, sembari menyerukan penghentian perang di wilayah lain di kawasan tersebut, khususnya di Jalur Gaza dan Lebanon.

Ia menambahkan Teheran telah menyampaikan syarat-syarat tambahan kepada Washington melalui pihak perantara.

Syarat-Syarat Terkait Hormuz

Pernyataan Rezaei semakin memperjelas posisi Teheran dalam negosiasi mengenai Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis penting.Menurut pejabat Iran tersebut, setiap potensi kesepakatan antara Teheran dan Oman mengenai jalur pelayaran yang melintasi selat itu harus dipandang terpisah dari persoalan yang lebih luas, yakni apakah Selat Hormuz itu sendiri akan dibuka kembali.

Komentarnya menyusul pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, yang pada hari Senin mengatakan Iran menganggap penutupan selat tersebut sebagai respons wajar atas penggunaannya dalam serangan terhadap negara itu.

"Pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada situasi dan syarat-syarat yang ditetapkan Iran," ujar Baghaei.

Dia menambahkan, "Selama perang masih berlangsung, kami tidak akan mengizinkan pelintasan melalui selat tersebut."

Iran dan Oman telah terlibat dalam pembahasan mengenai pengaturan lalu lintas maritim melalui Hormuz, sementara Teheran berulang kali menegaskan negosiasi tersebut bersifat bilateral dan bukan merupakan negosiasi dengan Washington.

Baca juga: Pasukan AS Tembaki Kapal Berbendera Panama yang Coba Terobos Blokade Iran

Topik Menarik