Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya

Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya

Global | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:30
share

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Washington keliru memprediksi sebelum perang bahwa negara itu akan runtuh akibat agresi AS dan menjadi seperti Venezuela.

"Musuh menilai bahwa jika Iran runtuh, negara ini akan menjadi seperti Venezuela," ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Hal itu tidak hanya tidak terjadi, tetapi Iran justru menjadi kekuatan yang memukau dunia dengan perlawanan, solidaritas, dan kohesinya."

Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya

1. Menggalkan Skenario Musuh

Pezeshkian mengatakan musuh-musuh Iran berharap dapat "menciptakan perpecahan dan keretakan di masyarakat melalui berbagai masalah".

"Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk menghindari perpecahan, keretakan, konflik, dan ego," pungkasnya.

2. Bertahan Meski Disanksi Ekonomi

Presiden Iran mengatakan: "Kami sedang berada dalam perang skala penuh di bidang ekonomi, militer, dan keamanan".Masoud Pezeshkian juga mengatakan dalam pidato televisinya bahwa pemerintah merasa "malu" karena adanya masalah signifikan dalam perekonomian.

"[Presiden AS] Trump dengan mudah mengatakan bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi paling berat atau paling mengerikan terhadap Iran," tambah Pezeshkian. "Kami tetap bertahan dan berupaya melayani rakyat di tengah perang yang tidak seimbang ini."

3. Mempertahankan Kondisi Tidak Perang dan Tidak Damai

Presiden Masoud Pezeshkian menekankan perlunya keluar dari situasi yang ia sebut sebagai kondisi "tidak perang, tidak damai".

Dalam pidato yang dikutip oleh media pemerintah, Pezeshkian mengatakan para pejabat Iran hampir setiap hari mendiskusikan cara untuk keluar dari situasi tersebut dan mencapai kesepahaman yang dapat menjaga prinsip serta nilai-nilai Iran, sekaligus mencegah musuh mempertimbangkan serangan lain.

Ia mengatakan perang tidak memberikan solusi, sementara ketidakpastian berkepanjangan mengenai kemungkinan pecahnya kembali pertempuran juga berdampak buruk pada perekonomian negara.

4. Tidak Akan Tunduk pada Musuh

Pezeshkian memperingatkan bahwa investasi akan sulit didatangkan selama ancaman konflik kembali terjadi masih ada, seraya menekankan perlunya mengatasi situasi ini dengan logika sembari tetap mempertahankan kekuatan Iran. Presiden juga membela nota kesepahaman dengan AS yang baru-baru ini disepakati, dengan menyatakan bahwa dokumen tersebut tidak memuat ketentuan apa pun yang dapat dianggap sebagai bentuk penyerahan diri atau mengharuskan Teheran untuk memberikan konsesi.

“Apa yang dicapai dalam proses nota kesepahaman tersebut—setelah melalui diskusi dan pembicaraan yang panjang—merupakan konsensus para ahli dari semua pihak yang terlibat langsung di lapangan.

“Mulai dari para pejuang yang bertempur, para pengelola yang menjaga keamanan masyarakat, hingga para eksekutif, legislator, dan hakim yang hadir langsung di lokasi tindakan.

“Jika kami tetap teguh pada pendirian dan tidak tunduk kepada musuh, itu semua berkat orang-orang inilah,” pungkasnya.

Topik Menarik