AS dan Israel Sepakat Pindahkan Material Nuklir dari Lokasi Rahasia di Suriah

AS dan Israel Sepakat Pindahkan Material Nuklir dari Lokasi Rahasia di Suriah

Global | sindonews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:29
share

Amerika Serikat dan Israel telah mencapai kesepakatan dengan Damaskus untuk memindahkan material nuklir dari satu lokasi rahasia di Suriah. Kabar itu dilaporkan Axios pada hari Senin (10/8/2026), mengutip pejabat AS dan Israel.

Menurut laporan tersebut, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) akan diberikan akses ke area yang disebut 'Situs 99' itu untuk mengambil kembali material yang digambarkan sebagai sisa-sisa dari reaktor Al-Kibar milik Suriah, yang dibom Israel pada tahun 2007.

Lokasi tersebut dilaporkan menyimpan yellowcake, yaitu bubuk uranium pekat yang pada akhirnya dapat diolah menjadi bahan bakar nuklir.

Meskipun material tersebut tidak dapat digunakan secara langsung untuk membuat bom nuklir, material itu berpotensi disebarkan menggunakan bahan peledak konvensional, yang menyebabkan kontaminasi radiologis dalam apa yang umum dikenal sebagai bom kotor (dirty bomb).

Israel dilaporkan membom pintu masuk lokasi tersebut tak lama setelah koalisi kelompok pemberontak yang didukung AS merebut Damaskus pada Desember 2024, yang menggulingkan presiden Suriah yang telah lama berkuasa, Bashar Assad. Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa Israel telah mengancam akan membom kembali lokasi tersebut jika material nuklir itu tidak dipindahkan atau jika terdapat tanda-tanda bahwa Suriah berupaya mengaksesnya.

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, mantan komandan pemberontak yang pernah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) AS, telah berupaya memperbaiki hubungan negaranya dengan Barat dan menarik bantuan asing bagi Suriah, yang telah hancur akibat perang saudara sejak 2011.

Bulan lalu, ia mengungkapkan dirinya sedang mengupayakan kesepakatan keamanan dengan Israel, yang telah menduduki sebagian wilayah barat daya Suriah sejak 2024, memperluas kehadirannya melampaui Dataran Tinggi Golan yang telah dikuasainya sejak 1967.

Pemerintahan Al-Sharaa juga berupaya menormalisasi hubungan dengan Rusia, yang memberikan dukungan militer kepada Assad.

Awal bulan ini, Moskow dan Damaskus sepakat mengubah Pangkalan Udara Khmeimim dan fasilitas angkatan laut Rusia di Tartus menjadi pusat pelatihan bersama.

Kesepakatan tersebut memungkinkan Rusia mempertahankan kehadiran militernya di Suriah setelah jatuhnya Assad.

Baca juga: Pasukan AS Tembaki Kapal Berbendera Panama yang Coba Terobos Blokade Iran

Topik Menarik