Manfaatkan Inflasi Tinggi dan Krisis Fiskal, AS Gunakan Taktik 'Catur' Serang Iran

Manfaatkan Inflasi Tinggi dan Krisis Fiskal, AS Gunakan Taktik 'Catur' Serang Iran

Ekonomi | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:02
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintahannya memilih pendekatan yang lebih tenang dalam menghadapi Iran di tengah belum tercapainya kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz. Washington tampaknya memilih membiarkan tekanan ekonomi terhadap Teheran meningkat, termasuk akibat inflasi tinggi dan keterbatasan keuangan, ketimbang memerintahkan serangan militer baru.

"Kami mengambil pendekatan yang lebih tenang," kata Trump dalam percakapan telepon singkat dengan Axios, seperti dikutip South China Morning Post, Selasa (10/8/2026).

Baca Juga:Mojtaba Khamenei Tunjuk Jenderal IRGC Jadi Panglima Militer Iran di Tengah Perang Lawan AS

Trump mengatakan AS saat ini hanya mengamati kondisi Iran yang menghadapi inflasi tinggi dan keterbatasan keuangan. Sikap tersebut menunjukkan Washington masih mengandalkan tekanan ekonomi sebagai instrumen untuk mendorong Teheran mencapai kesepakatan.

Menurut Axios, Trump tidak menunjukkan kekecewaan atas penundaan Iran dalam menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran sebelumnya menuntut AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mencabut sanksi minyak sesuai nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni.

"Kami hanya bernegosiasi secara terbatas dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasinya yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang," ujar Trump.Blokade Selat Hormuz oleh Iran sejak pecahnya perang telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan mengguncang perekonomian global. Gangguan terhadap jalur pelayaran strategis tersebut juga meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Trump menjelang pemilihan paruh waktu AS pada November.

Baca Juga:Krisis Minyak Global Memburuk, G7 Gelar Pertemuan Darurat

Trump mengatakan harga minyak mulai turun sehingga konsumen AS kini merasakan dampak perang yang lebih ringan. "Ini akan terselesaikan. Semuanya selalu terselesaikan. Ini seperti permainan catur," katanya ketika menggambarkan pendekatan pemerintahannya terhadap Iran.

Sementara, Kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei pada Minggu menyatakan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah bertemu dengannya. Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan negara, termasuk situasi militer terkini dan prospek ke depan meski kantor tersebut tidak menyebutkan tanggal pertemuan.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Pezeshkian pada Rabu mengatakan komunikasi dengan Khamenei saat ini "sangat sulit". Pernyataan tersebut memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Iran itu dilaporkan terluka dalam serangkaian serangan yang juga menewaskan ayahnya.

Kantor Khamenei tidak memberikan perincian mengenai kondisi sang pemimpin. Sementara itu, kantor berita Tasnim mengutip seorang jenderal Garda Revolusi Iran yang mengatakan gambar-gambar Khamenei saat berada di tengah masyarakat dan menghadiri sejumlah pertemuan akan dipublikasikan pada waktu mendatang.

Topik Menarik