APMI Core Session 2, PKS Bekali Generasi Muda dengan Kepemimpinan dan Tata Kelola

APMI Core Session 2, PKS Bekali Generasi Muda dengan Kepemimpinan dan Tata Kelola

Nasional | sindonews | Senin, 10 Agustus 2026 - 22:34
share

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Kepemudaan menggelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Core Session 2 sebagai bagian dari rangkaian pembinaan calon pemimpin muda Indonesia. Kegiatan yang mengusung semangat "Young Leaders, Future Shapers: Menggerakkan Inovasi, Membumikan Keadilan” itu berlangsung di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

APMI dirancang dalam tiga sesi utama untuk membekali generasi muda dengan kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta wawasan tata kelola yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan. Sekretaris Bidang Kepemudaan DPP PKS Henda Yusamtha menjelaskan bahwa pelaksanaan Core Session 2 menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan.

"Hari ini kita menuntaskan Core Session 2 dalam agenda APMI. Kita mendesain APMI dalam tiga sesi untuk memastikan generasi muda yang dilatih hari ini siap melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan," ujar Henda.

Baca Juga: Respons Usulan PKS Rekrut Orang Luar Partai di Kabinet, Mensesneg: Usulan Kita Terima, Kita Pikirkan

Henda menegaskan, keberlanjutan kepemimpinan juga membutuhkan fondasi organisasi yang kuat. Ia mengingatkan kembali tiga modal dasar yang menjadi kekuatan PKS sebagaimana disampaikan Ketua Majelis Syura PKS, Mohamad Sohibul Iman"Seperti yang disampaikan oleh KMS, ada tiga modal dasar yang kita miliki: kader yang militan, struktur yang solid, dan kerja kolektif. Mari kita sadari betapa pentingnya menjaga nilai-nilai tersebut," katanya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi energi yang mendorong seluruh elemen untuk terus bergerak dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat. "Itu pula yang membuat kita semua terus bergerak tanpa lelah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa karakter utama pemuda adalah keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan. "Pemuda adalah mereka yang tidak berhenti ketika ada halangan dan rintangan. Pemuda adalah mereka yang terus menyalakan harapan. Pemuda adalah pelanjut perjuangan," tegas Henda.

Dalam Core Session 2, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Wasekjen DPP PKS Tomy Agus Maymuftianto menyampaikan materi “Manajemen Program Berbasis Tujuan & Dampak”, yang membekali peserta dengan kemampuan merancang program secara terarah dan memastikan setiap aktivitas menghasilkan dampak nyata.

Kemudian, Gubernur NTB periode 2018–2023 Zulkieflimansyah membawakan materi "Matrix Planning RACI". Materi ini memperkenalkan pentingnya pembagian peran, tanggung jawab, serta koordinasi dalam menjalankan program dan organisasi.

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin memberikan materi "Tactical Governance & Public Service" yang membahas tata kelola pemerintahan serta pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, APMI tidak hanya diarahkan untuk mencetak anak muda yang memiliki gagasan, tetapi juga pemimpin yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi program, membangun kolaborasi, dan menghadirkan dampak nyata.

APMI menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan inovasi dan membumikan keadilan, sekaligus melanjutkan estafet perjuangan dengan tetap menjaga nilai-nilai kepemimpinan dan kerja kolektif.

Topik Menarik