Respons Usulan PKS Rekrut Orang Luar Partai di Kabinet, Mensesneg: Usulan Kita Terima, Kita Pikirkan

Respons Usulan PKS Rekrut Orang Luar Partai di Kabinet, Mensesneg: Usulan Kita Terima, Kita Pikirkan

Nasional | sindonews | Senin, 10 Agustus 2026 - 17:01
share

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar Presiden Prabowo Subianto merekrut orang luar partai untuk masuk Kabinet Merah Putih. Sebelumnya, usulan itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Mardani Ali Sera.

Dia menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto jika merekrut orang baru di kabinetnya sesuai dengan kapasitas dan tidak harus dari partai.

Merespons hal itu, Prasetyo mengatakan menerima masukan tersebut. “Ya, usulan kita terima. Terima kasih. Nanti kita pikirkan ya,” katanya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet: Kalau Ada Prioritas Isi Jabatan Kosong

Meski begitu, Prasetyo menyebut belum ada pembahasan terkait usulan tersebut. “Belum ada pembahasan mengenai itu soalnya itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera mengatakan akan mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto jika melakukan reshuffle kabinet setelah 17 Agustus. Ia menilai, Presiden dapat merekrut orang-orang baru dengan kapasitas dan kompetensi yang mumpuni untuk memperkuat pemerintahan.

“Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan,” kata Mardani dalam keterangannya, Minggu (10/8/2026).

Menurut Mardani, pemerintah perlu melakukan reformasi birokrasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Terlebih, Presiden Prabowo dinilai menghadapi tugas yang berat di tengah hasil sejumlah survei yang menunjukkan kinerja pemerintah masih belum maksimal.

Dia pun mendukung apabila pemerintah membuka ruang bagi orang-orang baru untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Namun, ia menekankan pentingnya mengutamakan calon yang memiliki integritas dan kapasitas, tanpa harus mempertimbangkan latar belakang kepartaian.

“Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas,” ujarnya.

Topik Menarik