Resmi Dilantik, Ini Tujuh Arah Khidmat PCNU Tangsel Periode 2026-2031

Resmi Dilantik, Ini Tujuh Arah Khidmat PCNU Tangsel Periode 2026-2031

Nasional | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:18
share

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan Periode 2026-2031 resmi dilantik pada Sabtu (8/8/2026) di Graha Aswaja II, Kota Tangsel. Pelantikan dan pembacaan baiat dilakukan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Jajaran PCNU Tangsel Periode 2026-2031 dipimpin oleh KH Himam Muzahir sebagai Rais Syuriah dan KH Abdullah Mas’ud sebagai Ketua Tanfidziyah. "Kami ingin menyatukan tekad dan komitmen untuk berhidmah di PCNU Kota Tangerang Selatan," kata Gus Mas'ud dalam sambutan perdananya usai dilantik.

Menurutnya, memasuki abad kedua NU, para kader NU tidak boleh berhenti hanya menjadipengguna perubahan. NU harus mampu menjadipencipta perubahan. "Kita tidak cukup menjadiuser. Kita harus menjadicreator, innovator, dan problem solver," tuturnya.

Karena itu, PCNU Tangsel telah membuat arah khidmat 2026-2031 yang bertumpu pada tiga agenda besar, yakni menguatkan jamiyah, memberdayakan jamaah ,dan membangun peradaban bangsa.

Gus Mas'ud mengatakan penguatan jamiyah menjadi salah satu prioritas utama. Menurutnya, NU yang besar membutuhkan struktur organisasi yang kuat dan berjalan hingga tingkat bawah. Karena itu, konsolidasi organisasi akan diperkuat dengan memastikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) semakin solid dan ranting-ranting NU kembali aktif. Selain itu, lembaga dan badan otonom didorong lebih produktif, kaderisasi diperkuat, serta administrasi organisasi ditata secara tertib. PCNU Tangsel juga akan mendorong integrasi data jamaah agar pengambilan keputusan organisasi semakin berbasis data dan pengetahuan.

"Kita ingin membangun PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah," ujarnya.

Agenda berikutnya adalah pemberdayaan jamaah. Gus Mas'ud menekankan keberhasilan organisasi tidak boleh hanya diukur dari banyaknya rapat, baliho, maupun kegiatan seremonial. Sebaliknya, keberadaan NU harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan warga.

"Ukuran keberhasilan kita adalah apakah kehadiran NU membuat kehidupan jamaah menjadi lebih baik?" katanya.

Ia mencontohkan sejumlah indikator yang harus menjadi perhatian, seperti peningkatan kualitas pendidikan anak-anak warga NU, kesejahteraan guru, hingga kemampuan UMKM jamaah untuk naik kelas.Kemandirian ekonomi juga menjadi agenda penting PCNU Tangsel selama periode 2026-2031. Gus Mas'ud menilai organisasi sebesar NU harus memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Karena itu, PCNU Tangsel akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang menghubungkan pengusaha NU, kalangan profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi hingga wakaf produktif.

"Lima tahun ke depan kita harus serius membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan," ujarnya.

Arah khidmat selanjutnya adalah revolusi pendidikan dan SDM. Sebab, abad kedua NU akan ditentukan oleh kualitas manusianya.Karena itu pendidikan harus menjadi medan khidmah utama.

"Kita ingin anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus hadir di kampus-kampus terbaik," katanya.

Berikutnya adalah transformasi digital. Sebab, saat ini Digitalisasi bukan lagi pilihan, namun sebuah keniscayaan. Karena itu, PCNU Tangsel harus bergerak menujuDigital NU."Kita ingin memiliki basis data jamaah. Digitalisasi administrasi. Knowledge Center. Digital Archive. Dashboard organisasi dan Peta potensi jamaah," katanya.

Selanjutnya, memperkuat pesantren, dakwah dan Aswaja. Di tengah seluruh agenda transformasi tersebut, ada sesuatu yang tidak boleh berubah Yaitu jati diri NU.

"Pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup. Lailatul Ijtima’ harus kuat. Tradisi keagamaan harus diwariskan. Sanad keilmuan harus dijaga. Aswaja An-Nahdliyah harus terus ditanamkan kepada generasi muda," katanya.

Ketujuh, NU sebagai rumah besar kebangsaan. NU tidak pernah memisahkan Islam dan Indonesia. Bagi NU, kata Mas’ud, mencintai agama dan mencintai tanah air berjalan dalam satu tarikan napas. Karena itu, PCNU Tangsel akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa NU sebagai ormas keagamaan terbesar telah memberikan kontribusi tidak hanya menjadi penjaga islam rahmatan lillalami tapi juga menjaga kebangsaan dan harmoni, nilai yang relevan dalammembangun masyarajat khususnya di Kota Tangsel.

"Pemkot meyakini pembangunan tak hanya fisik tapi juga karakter masyarakat, SDM dan spiritual masyarakat," katanya.

Karena itu, Pemkot Tangsel siap membangun kemitraan strategis dengan PCNU di berbagai bidang. "Kami harap sinergi akan terjalin erat dalam berbagai progam pembangunan pendiidkan kesehatan pembinaan generasi musa dan kemasyarakatan," tuturnya.

Topik Menarik