Kankernya Menyebar, Eks Presiden AS Joe Biden Sangat Kesakitan
Kanker prostat stadium empat yang diderita mantan presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Menurut putranya, Hunter Biden, kondisi itu membuat ayahnya sangat kesakitan.
“Kankernya telah menyebar, bermetastasis ke tulang dan lebih jauh lagi,” kata Hunter Biden kepada BBC. “Ini sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal," katanya lagi.
Baca Juga: Biden Idap Kanker Justru Tuai Sumpah Serapah Pendukung Palestina: 'Dia Persenjatai Genosida, Dia Monster'
“Ini sangat menyakitkan dan dalam banyak hal sangat melemahkan. Sungguh sedih melihat kondisinya. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan tentang kesehatan ayah saya saat ini, saya justru berharap dia lebih banyak mengeluh, karena kondisinya memang tidak baik," paparnya.
Meskipun kesehatannya memburuk, kata Hunter, ayahnya masih melakukan aktivitas dan menghadiri acara-acara pidato.Biden mengungkapkan diagnosis kanker prostatnya pada Mei 2025, hanya beberapa bulan setelah dia meninggalkan Gedung Putih.Di tengah pertanyaan yang terus-menerus mengenai kesehatannya sebagai presiden tertua dalam sejarah AS, Biden—yang saat itu berusia 81 tahun—memutuskan untuk mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden tahun 2024.
Setelah penampilan debat yang sangat buruk saat menghadapi Donald Trump pada Juni 2024 serta adanya gelombang tekanan dari Partai Demokrat, Biden akhirnya mundur dari pencalonan presiden.
Trump kemudian mengalahkan kandidat pengganti Biden, yaitu Wakil Presiden Kamala Harris.
Diagnosis Biden saat itu adalah kanker stadium empat, agresif dan telah menyebar ke tulangnya.
Dia divonis skor Gleason 9, yang menunjukkan sifat agresif kanker dan potensi bahwa dia telah hidup dengan penyakit itu selama bertahun-tahun.
“Dia mengidapnya saat menjabat sebagai presiden,” kata Dr Ezekiel J. Emanuel, wakil rektor dan ahli onkologi di Universitas Pennsylvania, seperti dikutip dari American Journal of Medical Care, Minggu (9/8/2026).
"Joe Biden mungkin mengidapnya di awal masa kepresidenannya pada tahun 2021," imbuh dia. "Dia tidak mengidapnya dalam 100 hingga 200 hari terakhir."






