Militer AS Tiba-tiba Pecat Jenderal Top yang Pimpin Komando di Eropa, Ada Apa?

Militer AS Tiba-tiba Pecat Jenderal Top yang Pimpin Komando di Eropa, Ada Apa?

Global | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:14
share

Militer Amerika Serikat (AS) telah seorang jenderal tinggi yang memimpin pasukan Amerika di Eropa dari jabatannya. Pemecatan secara mendadak tersebut diduga bagian dari perombakan besar-besaran di bawah kepemipinan Menteri Perang Pete Hegseth.

Letnan Jenderal Charles Costanza dipecat sebagai komandan Korps V Angkatan Darat AS saat masa tugasnya tinggal kurang dari dua bulan lagi. Pemecatannya diungkap dua pejabat Amerika yang mengetahui masalah tersebut kepada The Hill.

Baca Juga: Iran Pamer Trofi Perang, dari Jet Tempur F-15 AS hingga Drone Hermes Israel

Menurut laporan ABC News, alasan pasti pemecatan Costanza dari jabatannya belum diketahui.

Korps V Angkatan Darat AS adalah sebuah korps yang ditempatkan di garis depan dengan markas besar di Fort Knox, Kentucky, dan Camp Kościuszko, Polandia. Costanza selama ini dikenal sebagai jenderal yang mengoordinasikan bantuan militer untuk Ukraina selama perangnya melawan Rusia

Saat dimintai komentar, Angkatan Darat mengonfirmasi kepada The Hill mengenai pencopotan Costanza, seraya menambahkan bahwa masalah tersebut telah diserahkan kepada otoritas yang berwenang sesuai dengan peraturan Angkatan Darat.Brigadir Jenderal John B. Mountford, wakil komandan bidang kesiapan Korps V, akan menjabat sebagai pelaksana tugas komandan, menurut pihak Angkatan Darat. Sementara itu, Mayor Jenderal Thomas Feltey, yang dinominasikan untuk kenaikan pangkat menjadi letnan jenderal bulan lalu, akan mengambil alih peran tersebut pada bulan Oktober mendatang.

Sebelumnya, Hegseth mencopot Kepala Staf Angkatan Darat; Jenderal Randy George, dan komandan Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika; Jenderal Chris Donahue Namun, dua sumber mengatakan kepada The Hill bahwa pemecatan Costanza bukan bermotif politik dan tidak dilakukan atas arahan Hegseth.

"Perilaku yang akan menyebabkan seorang komandan dicopot di tingkat mana pun," kata salah satu sumber, yang dilansir The Hill, Sabtu (8/8/2026).

Sementara itu, seorang mantan pejabat pertahanan mengatakan bahwa Costanza memiliki masalah alkohol. Sebelum memimpin komando tersebut, Costanza—yang memiliki gelar master di bidang studi militer dari American Military University—menjabat sebagai wakil komandan jenderal Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika. Sebelum memegang jabatan itu, dia adalah komandan jenderal Divisi Infanteri ke-3 di Fort Stewart.

Namun, banyak manuver yang terjadi di dalam Angkatan Darat AS. Pada bulan Mei tahun ini, Pentagon membatalkan rencana pengerahan Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2 Angkatan Darat (dari Divisi Kavaleri ke-1) ke Polandia. Brigade tersebut bermarkas di Fort Hood, Texas.

Kemudian pada bulan yang sama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan mengirim 5.000 tentara ke Polandia. Menteri Pertahanan negara Eropa tersebut, Władysław Kosiniak-Kamysz, mengatakan pada bulan Juni bahwa kembalinya personel militer AS ke negara itu akan terealisasi dalam "beberapa minggu mendatang".

Topik Menarik