Tambang Emas RI Ini Kini Dikemudikan AI, BRMS Resmi Rombak Total Sistemnya

Tambang Emas RI Ini Kini Dikemudikan AI, BRMS Resmi Rombak Total Sistemnya

Teknologi | sindonews | Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:24
share

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tidak mau ketinggalan zaman. Perusahaan tambang multi-mineral ini baru saja merombak total cara kerjanya. Bukan soal alat berat. Bukan soal tambang baru. Tapi soal data.

BRMS resmi memilih SAP GROW. Diumumkan di ajang SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026, tanggal 6 Agustus 2026, di Jakarta.

Industri tambang memang sedang berubah cepat. Operasional makin rumit. Tata kelola makin ketat. Pasar makin dinamis. BRMS menjawabnya dengan satu kata: integrasi.

SAP GROW adalah solusi berbasis kecerdasan artifisial. Fungsinya mempercepat transformasi digital. Lewat kerangka kerja, perangkat, dan panduan implementasi yang sudah terstandarisasi.

Prosesnya digarap bersama Accenture. Hanya lima bulan. Hasilnya: standarisasi proses bisnis end-to-end di seluruh Grup BRMS. Mencakup lima entitas legal. Hampir 100 proses bisnis dirapikan sekaligus.Bagian intinya adalah SAP S/4HANA Cloud Public Edition. Sistem ini membangun satu lingkungan data operasional yang terpusat. Semua aktivitas bisnis bisa dipantau secara real-time. Tata kelola membaik. Transparansi meningkat. Konsistensi proses terjaga. Pengambilan keputusan jadi lebih cepat dan akurat.

Agoes Projosasmito, Presiden Direktur BRMS, bicara soal komitmen jangka panjang perusahaan. Katanya, transformasi ini untuk memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika industri tambang. Sistem baru dibangun untuk membuat organisasi lebih terintegrasi dan adaptif. Targetnya: kinerja operasional lebih baik, keputusan lebih kuat, pertumbuhan lebih berkelanjutan.

BRMS juga menerapkan model pengadaan hibrida. Tujuannya mendukung ekspansi ke berbagai fungsi bisnis dan entitas baru di masa depan. Ini bukan sekadar ganti software.

Ada program manajemen perubahan organisasi yang menyeluruh: migrasi data, pelatihan berbasis peran, hingga penyiapan karyawan untuk beradaptasi dengan sistem baru.

Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, menyebut digital core modern sebagai fondasi wajib bagi perusahaan yang ingin lincah dan transparan. Menurutnya, SAP GROW membekali BRMS dengan tiga hal: kapabilitas AI yang tertanam langsung di sistem (embedded AI), proses bisnis berbasis best practice yang sudah baku, dan kapabilitas khusus untuk industri pertambangan.

Hasil akhirnya, kata Wongjoyo, BRMS bisa menyederhanakan operasional. Visibilitas bisnis meningkat. Dan yang paling penting: membuka jalan menuju autonomous enterprise. Perusahaan yang keputusannya digerakkan otomatisasi cerdas, berbasis data, dan terus berinovasi seiring pertumbuhan.

Langkah BRMS belum berhenti di sini. Setelah implementasi, fokus berikutnya adalah stabilisasi sistem dan optimalisasi operasional. Ke depan, BRMS berencana memperluas pemanfaatan SAP ke area lain: Finance, Enterprise Asset Management (EAM), dan Human Resources (HR).

Industri tambang di Indonesia sedang menuju era di mana data menjadi aset sama pentingnya dengan cadangan mineral itu sendiri. Perusahaan yang lebih dulu punya digital core yang kuat, akan lebih dulu punya keunggulan dalam efisiensi biaya dan kecepatan pengambilan keputusan: dua hal yang menentukan daya saing di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Topik Menarik