Geger! 995 Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan, Satu Bunker Masih Terkunci

Geger! 995 Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan, Satu Bunker Masih Terkunci

Nasional | sindonews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:45
share

Sebanyak 995 senjata api (Senpi) ditemukan di suatu ruangan kepala yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026) lalu. Saat itu senjata ditemukan dengan pendampingan kepolisian untuk membuka pintu ruangan tersebut karena sudah lama terkunci.

“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” kata kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Senjata Api dan Airsoft Gun Ditemukan di Sekolah Jaksel, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selain senjata api, pihaknya juga menemukan barang lainnya yang diduga narkoba dan kaset porno. “Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan juga menemukan CD porno,” ujar dia.

Ia mengatakan seluruh barang tersebut ditemukan di ruangan bekas Ketua Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada 18 April 2026. Seluruh kunci ruangan, kata dia, sebelumnya dibawa oleh yang bersangkutan sehingga pihak sekolah tidak memiliki akses.

“Kami berharap kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini karena berkaitan dengan senjata dan juga keamanan nasional,” ungkapnya.

Baca juga: Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri

Hermawanto juga mengungkapkan masih ada satu ruangan lain yang menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka.

“Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana,” imbuh dia.Di tempat yang sama, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji mengatakan, awalnya pihak sekolah hanya hendak membuka ruangan untuk kepentingan operasional guru.

Namun, saat pintu dibuka bersama polisi, mereka kembali menemukan barang-barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.

“Kemudian ada laras senjata kaliber 5,56, kemudian ada senjata genggam kaliber .40 dan 9 milimeter, ada magazine jenis Glock, ada Walther, ada magazine M4 lengkap, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang,” kata Untung.

Untung mengaku heran alat pembuat amunisi bisa berada di lingkungan sekolah. “Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” jelas dia.

Topik Menarik