Hermawan Sulistyo Yakin Kematian Sutrimo karena Terbunuh

Hermawan Sulistyo Yakin Kematian Sutrimo karena Terbunuh

Nasional | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:09
share

Guru Besar Universitas Bhayangkara Hermawan Sulistyo meyakini kematian Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Sutrimo karena terbunuh. Hal ini dilakukan karena Sutrimo dinilai sebagai saksi kunci atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Febrie.

"Jadi kalau kita kaitkan dengan penjaga rumahnya yang saya yakinkan terbunuh itu ya. Iya, Sutrimo itu. Penyidik yang paling bodoh pun tahu gitu bahwa enggak mungkin mati wajar itu seperti itu," kata pria yang akrab disapa Prof Kikiek dalam Podcast Terus Terang di akun YouTube Mahfud MD Official, dikutip pada Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, kejanggalan terlihat dari kronologi kematian Sutrimo yang terjadi di depan klinik. Padahal, Sutrimo yang baru berusia 42 tahun tersebut diketahui tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau kronis lainnya.

Baca juga: Polisi Bakal Bongkar HP Sutrimo untuk Ungkap Penyebab Kematiannya

Ia menduga ada kemungkinan diracun menggunakan zat seperti arsenikum atau sianida. Namun, Hermawan mengkhawatirkan hilangnya bukti forensik medis.

"Kalau satu dua hari masih bisa, tapi tinggal sedikit residunya. Karena apa? Ini berupa jadi gas. Jadi masuk ke tubuh, dia menguap, dia jadi gas. Jadi kalau dia jadi gas, ya enggak bisa ditelusuri," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan apakah kematian ini merupakan sebuah 'desain' untuk menghambat penyidikan TPPU. Sebagai penjaga rumah, Sutrimo dianggap mengetahui keluar masuknya barang bukti krusial, termasuk brankas besar yang tidak mungkin dipindahkan tanpa sepengetahuan Sutrimo.

"Karena ini saksi yang paling penting, saksi kunci nomor satu kalau bagi saya. Saksi kunci nomor satu tentang seluruh peristiwa pencucian uang itu. Sebabnya karena gini, brankas itu berat, tidak mungkin digotong-gotong apalagi digotong oleh orang luar yang penjaga rumahnya enggak tahu. Enggak mungkin itu," tuturnya.

"Nah, pasti dia tahu banyak. Agak sulit menghilangkan jejak ini karena orang hidup gitu. Satu-satunya cara ya disukabumikan," kata dia.

Topik Menarik