Akses Pendidikan Diperluas, Kemendikdasmen Siapkan PJJ untuk Anak Tidak Sekolah

Akses Pendidikan Diperluas, Kemendikdasmen Siapkan PJJ untuk Anak Tidak Sekolah

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 09:57
share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah. Hingga Juli 2026, lebih dari 700 ATS telah terverifikasi siap belajar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa PJJ merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh layanan pendidikan.

Baca juga: Kemendikdasmen Sempurnakan TKA 2026, Ini Daftar Perubahannya

“PJJ adalah bentuk jawaban dari doa dan harapan, PJJ adalah jembatan meraih cita-cita. PJJ ini adalah bentuk negara menjemput bola, tidak hanya sekadar hadir tapi negara menjemput bola," ujarnya dalam Coffee Morning bertajuk “Lebih Dekat dengan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah” melalui siaran pers, Jumat (31/7/2026).

Menurut Fajar, penanganan ATS memerlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui penguatan tata kelola PJJ, pemerintah berupaya memastikan semakin banyak anak yang kembali memperoleh akses pendidikan. Baca juga: Dari Anak Buruh Bangunan hingga Peraih Kartika Astha Brata, Aji Bayu Ramadhan Buktikan Mimpi Tak Mengenal Batas

Aturan mengenaitercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 119 Tahun 2014 dan kini terus diperkuat dari sisi tata kelola maupun sistem penjaminan mutu agar penyelenggaraannya semakin berkualitas.

Wamen Fajar menegaskan bahwa PJJ merupakan salah satu upaya pemerintah membangun sistem pendidikan yang mampu menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.

"Kita ingin membangun suatu ekosistem pembelajaran yang inklusif, yang adaptif. Ujung dari proses ini adalah kita ingin bangun suatu ekosistem pembelajaran yang inklusif yang adaptif sehingga no child left behind," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa PJJ dirancang agar pembelajaran mampu menjangkau anak-anak yang selama ini terkendala mengikuti pendidikan reguler. Tatang menambahkan, untuk menjaga kualitas penyelenggaraannya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Universitas Terbuka dan SEAMEO SEAMOLEC (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre) dalam pengembangan pembelajaran serta penjaminan mutu.

Pembelajaran juga didukung melalui sekolah induk dan sekolah mitra dengan kombinasi pembelajaran sinkron, asinkron, serta pemanfaatan modul cetak dan digital.

Lebih lanjut menurut Tatang, pemerintah akan terus memperluas jangkauan PJJ tanpa mengabaikan kualitas layanan pendidikan. “Kami berupaya untuk menjangkau lebih luas lagi sehingga anak-anak yang selama ini belum mendapatkan layanan pendidikan bisa kembali belajar melalui PJJ. Sekolah yang menjadi induk merupakan sekolah dengan akreditasi A,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 calon peserta PJJ. Setelah dilakukan verifikasi, sekitar 700 anak dipastikan merupakan ATS dan siap mengikuti program tersebut.

Ke depan, Kemendikdasmen akan terus memperluas jangkauan program melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.

Topik Menarik