Novo Nordisk Hadirkan Platform Edukasi Obesitas bagi Perempuan
Novo Nordisk Indonesia meluncurkan platform edukasi digital NovoCare.id untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obesitas sebagai penyakit metabolik kronis, khususnya pada perempuan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi berbasis sains sekaligus mendorong penanganan obesitas yang lebih komprehensif bersama tenaga kesehatan.
"Obesitas bisa memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Bahkan pada perempuan, obesitas bukan hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, tetapi juga berisiko memengaruhi kesehatan reproduksi, mulai dari gangguan siklus menstruasi dan ovulasi hingga meningkatnya risiko infertilitas serta komplikasi kehamilan. Karena itu, obesitas perlu dipandang sebagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif sesuai evaluasi dokter," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Cynthia Agnes Susanto seperti dikutip pada Kamis (30/7/2026).
Baca Juga:Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Peluncuran platform tersebut dilakukan bertepatan dengan diskusi media bertajuk The Missing Conversation: Weight and Women's Health yang membahas dampak obesitas terhadap kesehatan perempuan. Dalam diskusi itu diungkapkan bahwa sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas, sementara prevalensinya pada perempuan mencapai 36,4, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebesar 24,4.
Cynthia menjelaskan obesitas tidak hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan kesehatan reproduksi. Salah satunya adalah Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), yang sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Sekitar 35-50 perempuan dengan PMOS juga mengalami obesitas yang dapat memperburuk gejala serta meningkatkan risiko komplikasi reproduksi dan metabolik.Menurut dia, pengelolaan obesitas kini dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Penanganan meliputi perubahan gaya hidup, dukungan psikologis, terapi farmakologis sesuai indikasi medis, hingga tindakan bedah bariatrik bagi pasien tertentu untuk mencapai pengelolaan berat badan yang berkelanjutan.
Salah satu perkembangan dalam tata laksana obesitas adalah penggunaan terapi GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA) yang bekerja mengatur rasa lapar dan kenyang di otak. Terapi tersebut, sesuai evaluasi dokter, dapat menjadi pelengkap perubahan gaya hidup guna mendukung quality weight loss, yaitu penurunan massa lemak dengan tetap mempertahankan massa otot sekaligus memperbaiki kesehatan metabolik.Associate Director Medical and Regulatory Novo Nordisk Indonesia dr. Riyanny Meisha Tarliman mengatakan obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan pada berbagai fase kehidupan. Karena itu, perempuan perlu memperoleh informasi yang tepat agar dapat mengenali risiko, mencari bantuan medis, dan memperoleh penanganan yang sesuai.
Baca Juga:Kasus Obesitas Anak Meningkat, Dokter Ingatkan Batasan Konsumsi Gula
Melalui NovoCare.id, Novo Nordisk Indonesia menyediakan berbagai informasi berbasis sains mengenai obesitas, mulai dari kalkulator indeks massa tubuh (BMI), informasi mengenai obesitas sebagai penyakit kronis, dampaknya terhadap kesehatan, hingga panduan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Perusahaan berharap platform tersebut dapat membantu masyarakat memahami obesitas tanpa stigma serta mendorong pengelolaan berat badan yang tepat dan berkelanjutan.









