AS-Iran Damai, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi ke Level Terendah: Brent Dijual USD84/Barel

AS-Iran Damai, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi ke Level Terendah: Brent Dijual USD84/Barel

Ekonomi | sindonews | Rabu, 29 Juli 2026 - 21:32
share

Tren penurunan harga minyak mentah dunia berlanjut, usai merosot sekitar 5 hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir. Pasar terbuai oleh harapan usai Amerika Serikat atau AS dan Iran jeda saling serang, untuk dapat membuka jalan menuju meja perundingan, meskipun jeda semacam ini kerap kali hanya bersifat sementara.

Minyak acuan Brent anjlok USD4,27 atau sekitar 4,8 ke level USD84,09 per barel, sementara US West Texas Intermediate (WTI) merosot USD3,35 yang setara 4,1 menjadi USD79,26 per barel. Setelah terperosok sekitar 16 dalam tiga hari terakhir, Brent mencatatkan harga penutupan terendah sejak 13 Juli, dan WTI menyentuh titik terendahnya sejak 16 Juli.

Klaim Sepihak Trump vs Penolakan Tegas Teheran

Meskipun militer kedua negara menghentikan aksi saling selama beberapa hari terakhir, akar masalah yang memicu penutupan Selat Hormuz-jalur lalu lintas yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dunia-masih jauh dari kata usai.

Baca Juga:Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya BohongPresiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pembicaraan berlangsung baik dengan pihak Iran. Namun Teheran membantah keras tuduhan bahwa mereka ingin melanjutkan negosiasi dengan Washington. di Mizuho.

Bab el-Mandeb Memanas: Kilang Saudi Diserang, China Ambil Langkah Pintas

Tantangan pasokan energi global makin rumit di kawasan Laut Merah. Saudi Aramco terpaksa menutup kilang minyak Jizan berkapasitas 400.000 barel per hari setelah dihantam serangan rudal milisi Houthi.

Serangan beruntun ini memicu dampak domino pada logistik minyak global. Saudi Aramco mempertimbangkan penyesuaian harga minyak yang diangkut dari pelabuhan Sidi Kerir (Mesir) ke Asia untuk menutup pembengkakan biaya angkut via Pipa SUMED.Baca Juga: Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1

Diplomasi Khusus China: Di saat Houthi menembakkan rudal balistik ke tanker Saudi, pemerintah China dilaporkan menggelar negosiasi langsung dengan milisi Houthi agar kapal-kapal tanker berbendera China diizinkan melintasi Laut Merah tanpa ancaman serangan.

Sinyal Perdamain Ukraina dan Rencana Taktis OPEC+

Di luar gejolak Timur Tengah, pasar minyak juga mencermati potensi meredanya konflik di Eropa Timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengonfirmasi telah berdiskusi dengan Donald Trump mengenai pelanjutan pembicaraan damai dengan Rusia.Di luar gejolak Timur Tengah, pasar minyak juga mencermati potensi meredanya konflik di Eropa Timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengonfirmasi telah berdiskusi dengan Donald Trump mengenai pelanjutan pembicaraan damai dengan Rusia.

Jika kesepakatan damai tercapai dan sanksi atas Rusia dicabut, pasokan minyak dari produsen terbesar ketiga di dunia tersebut diprediksi akan kembali membanjiri pasar global.

Langkah taktis OPEC+ untuk menahan penambahan kuota produksi ini dinilai menjadi benteng terakhir agar harga minyak dunia tidak merosot tajam jika konflik geopolitik di Selat Hormuz dan Ukraina benar-benar mereda.

Apakah anjloknya harga minyak ini menjadi awal pemulihan ekonomi global, atau sekadar ketenangan sesaat sebelum badai krisis pasokan baru?

Topik Menarik