FIFA Bakal Jual Piala Dunia ke Investor, PM Inggris: Sepakbola Bukan Barang Dagangan
Rencana FIFA membuka peluang masuknya investor ke pengelolaan aset komersial Piala Dunia terus menuai gelombang penolakan. Setelah mendapat kecaman dari UEFA, kini kritik datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menegaskan sepak bola bukanlah komoditas yang bisa diperjualbelikan.
FIFA sebelumnya mengumumkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah badan baru yang akan menggabungkan pengelolaan hak komersial FIFA sekaligus pelaksanaan berbagai turnamen internasional. Melalui entitas tersebut, FIFA membuka kesempatan bagi investor untuk memiliki sebagian kepemilikan bisnis yang berkaitan dengan aset komersialnya.
Langkah itu memunculkan kekhawatiran bahwa aset eksklusif Piala Dunia akan menjadi objek investasi swasta, sehingga memicu kritik dari berbagai kalangan.
Burnham, yang juga dikenal sebagai pendukung klub Everton, menyatakan sepak bola seharusnya tetap menjadi milik para suporter, bukan investor.
Shin Tae-yong Turun Gunung, Timnas 7 Football Indonesia Ditargetkan Juara Intercontinental Cup 2026
"Sepak bola bukan untuk para investor. Olahraga ini milik orang-orang yang memenuhi tribun dan setia mendukung tim mereka setiap pekan, dalam kondisi apa pun," ujar Burnham seperti dikutip ESPN.Ia juga menilai Piala Dunia memiliki nilai historis dan emosional yang tidak bisa disamakan dengan produk bisnis.
"Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Itu adalah kompetisi terbesar dalam olahraga dunia dan tidak pernah dimiliki siapa pun untuk dijual. Ketika Anda menjual sebagian darinya, Anda telah mengkhianati prinsip yang selama ini dijunjung tinggi," tegasnya.
Sebelumnya, UEFA lebih dulu mengecam rencana FIFA tersebut. Federasi sepak bola Eropa itu menilai sepak bola bukan aset finansial yang semestinya diperdagangkan kepada investor demi kepentingan bisnis.
Wacana FIFA ini pun memicu perdebatan luas mengenai arah tata kelola sepak bola global. Para pengkritik khawatir masuknya investor akan membuat kepentingan komersial semakin mendominasi penyelenggaraan turnamen paling bergengsi di dunia, sementara pendukungnya meyakini tambahan investasi dapat memperkuat pendanaan dan pengembangan kompetisi internasional.










