Kerudung Pernikahan Putri Diana Dibuat Ulang setelah 45 Tahun Hilang

Kerudung Pernikahan Putri Diana Dibuat Ulang setelah 45 Tahun Hilang

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 29 Juli 2026 - 15:09
share

Gaun pernikahan ikonik Putri Diana akan kembali memancarkan pesonanya dengan kilauan yang lebih lengkap. Empat puluh lima tahun setelah Diana menikah dengan Pangeran Charles yang kini menjadi Raja Charles IIIpada 29 Juli 1981, kerudung megah yang menjadi bagian penting dari penampilannya akhirnya dibuat ulang.

Selama ini, setiap kali gaun pernikahan Putri Diana dipamerkan setelah sang putri meninggal dunia pada 1997 di usia 36 tahun, gaun tersebut selalu ditampilkan tanpa kerudung aslinya. Padahal, kerudung itu menjadi salah satu elemen yang melengkapi kemegahan busana rancangan Elizabeth Emanuel tersebut.

Putri Diana tampil catik di hari pernikahannya pada 29 Juli 1981. Foto: People

Seperti gaunnya yang terkenal dengan ekor sepanjang 25 kaki atau sekitar 7,6 meter, kerudung Putri Diana juga memiliki ukuran yang luar biasa. Kerudung tersebut membentang hingga 40 kaki atau sekitar 12 meter dari bagian kepalanya dan dipadukan dengan tiara keluarga Spencer.

Baca Juga : Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana

“Gaun itu membutuhkan kerudung tersebut. Di situlah seluruh keajaibannya. Itu sebabnya saya menyebutnya Veil of Light atau Kerudung Cahaya,” ujar Elizabeth Emanuel dikutip People mengenai proses pembuatan ulang kerudung tersebut.

“Anda bisa melihat kilaunya yang memancar. Gaun itu tidak akan lengkap tanpa kerudungnya,” lanjutnya.Gaun pernikahan asli Putri Diana telah beberapa kali dipamerkan dalam tiga dekade terakhir, antara lain di Althorp House, kediaman keluarga Diana, serta Istana Kensington. Namun, kerudung aslinya tidak pernah ikut dipamerkan.

Kerudung pernikahan Putri Diana akhirnya dibuat ulang setelah 45 tahun hilang. Foto: People

Emanuel menduga kerudung tersebut telah hilang atau kemungkinan mengalami kerusakan sehingga tidak lagi dapat digunakan.

Pada 1981, Elizabeth Emanuel merancang gaun pernikahan Putri Diana bersama suaminya saat itu, David Emanuel. Dengan bantuan tim kecil yang terdiri atas penjahit dan perajin bordir, keduanya mengerjakan gaun tersebut di studio mereka di kawasan Mayfair, London.

Baca Juga : Film Dokumenter Putri Diana Garapan Harry Bikin William Geram dan Siap Bawa ke Jalur Hukum

Kini, Emanuel dipercaya untuk mengawasi proses pembuatan ulang kerudung bersama Renae Plant dari Museum Putri Diana. Koleksi tersebut rencananya akan dibawa dalam tur pertamanya yang dimulai pada musim gugur.Plant mengatakan bahwa keterlibatan Emanuel sangat penting untuk menjaga keaslian sejarah di balik busana tersebut.

“Bekerja bersama Elizabeth Emanuel untuk melestarikan bagian-bagian penting dari sejarah ini melalui Museum Putri Diana sangat berarti bagi saya,” kata Plant kepada People.

“Elizabeth memiliki pengetahuan langsung tentang bagaimana kerudung itu pertama kali dibayangkan, dibuat, dan dikenakan. Ada sesuatu yang sangat istimewa karena kami masih memiliki kesempatan untuk mendokumentasikan dan menciptakan kembali sejarah itu bersamanya,” lanjutnya.

Menurut Plant, kerudung tersebut bukan sekadar benda indah atau pelengkap gaun pernikahan.

“Kerudung ini merupakan bagian dari arsip hidup. Saya merasa memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan kenangan, keterampilan, dan visi kreatif Elizabeth bagi generasi mendatang, selagi kami masih memiliki kesempatan untuk melakukannya,” ujarnya.

Kerudung hasil rekreasi itu saat ini masih berada di London dan berpeluang dipadukan dengan gaun asli Putri Diana dalam pameran pada masa mendatang.Untuk menciptakan ulang kerudung tersebut, Emanuel kembali menggandeng Hand & Lock, rumah bordir asal London yang juga membuat kerudung aslinya 45 tahun lalu.

Seperti saat pertama kali dibuat, proses pengerjaan kerudung dilakukan secara manual. Para perajin menjahit ribuan payet kecil satu per satu dan menyebarkannya di seluruh permukaan kain.

Emanuel mengaku kagum dengan tingkat ketelitian dan keterampilan yang dibutuhkan dalam proses tersebut.

“Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa melakukannya tanpa merusak penglihatan,” ujarnya.

Ia berusaha membuat ulang kerudung tersebut dengan ukuran yang sedekat mungkin dengan versi asli.

“Saya ingin ukurannya benar-benar sama. Karena itu, saya mencari data mengenai dimensi aslinya dan berusaha mendekati spesifikasi yang ada semaksimal mungkin,” kata Emanuel.Menurutnya, tim Hand & Lock bahkan membuka kembali arsip dan catatan lama untuk memastikan setiap detail dibuat secara akurat. Emanuel juga membawa potongan kain asli serta bahan dari jenis alat tenun yang sama sebagai referensi.

“Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Ukuran kerudung itu bahkan lebih besar daripada ruangan tempat mereka mengerjakannya, sehingga proses pembuatannya harus dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Emanuel menjelaskan bahwa kerudung tersebut memberikan efek visual yang membuat gaun terlihat lebih ringan, lembut, dan bercahaya.

“Kerudung itu menyebarkan warna dan membuat gaunnya terlihat lebih ringan. Ada kesan lembut dan ringan yang mungkin tidak terasa ketika gaun dipamerkan tanpa kerudung. Kerudung adalah bagian yang menyatu dengan keseluruhan desain. Begitulah tampilan yang saya bayangkan ketika pertama kali merancangnya,” tutur Emanuel.

Meski telah selesai dibuat ulang, Emanuel mengaku belum melihat kerudung tersebut dipadukan langsung dengan gaun pernikahan asli Putri Diana.

“Jika kerudung itu digunakan dalam pameran, saya akan sangat senang. Akan sangat luar biasa melihatnya kembali sedekat mungkin dengan tampilan aslinya pada hari pernikahan Diana. Hal itu sangat penting bagi saya,” pungkasnya.

Topik Menarik