BTS Dikabarkan Boikot Grammy 2027, Protes Kategori Khusus Asia
BTS dilaporkan memutuskan untuk tidak mengajukan karya mereka dalam proses nominasi Grammy Awards ke-69. Keputusan tersebut disebut menjadi bentuk protes terhadap kategori baru Best Asian Pop Music Performance (APMP) yang diperkenalkan oleh Recording Academy, sekaligus sebagai dukungan terhadap pengakuan yang lebih setara bagi artis K-pop di panggung musik global.
Dikutip Kbizoom, BTS memilih tidak mengirimkan karya mereka untuk dipertimbangkan dalam ajang penghargaan musik bergengsi tersebut. Langkah itu dinilai bukan sekadar keputusan terkait peluang meraih penghargaan, melainkan sebuah sikap simbolis terhadap kebijakan baru yang dianggap berpotensi memisahkan artis Asia dari persaingan di kategori utama Grammy.
Bulan lalu, Recording Academy mengumumkan lima kategori baru yang akan mulai diperkenalkan pada Grammy Awards ke-69. Salah satunya adalah kategori Best Asian Pop Music Performance (APMP), yang ditujukan untuk mengapresiasi lagu-lagu dari pasar musik Asia atau karya yang menggunakan bahasa Asia secara dominan.
Baca Juga : Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Namun, kehadiran kategori tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat industri musik. Sejumlah pihak menilai kategori khusus ini berisiko menciptakan pemisahan bagi artis Asia, termasuk musisi K-pop, karena mereka dikhawatirkan akan lebih banyak ditempatkan dalam kategori regional ketimbang bersaing secara setara di kategori utama Grammy.Kritik itu muncul karena para artis Asia dinilai seharusnya tetap memiliki peluang yang sama untuk masuk ke kategori bergengsi seperti Album of the Year, Record of the Year, maupun Song of the Year, tanpa dibatasi oleh wilayah atau bahasa yang digunakan dalam karya mereka.
Sejumlah laporan menyebut BTS sebenarnya memiliki peluang untuk bersaing di beberapa kategori utama melalui lagu-lagu dalam album terbaru mereka, ARIRANG, yang dirilis pada 2026. Album tersebut juga dikabarkan memuat sejumlah lagu berbahasa Inggris yang berpotensi memperbesar peluang BTS di ajang Grammy.
Baca Juga : BTS Pecahkan Rekor Spotify, Jadi Artis Pertama dengan 6 Video Musik di Top 10 Global
Meski demikian, BTS disebut memilih tidak mengirimkan karya mereka. Keputusan itu diduga diambil sebagai bentuk dukungan bagi generasi artis Korea berikutnya, terutama mereka yang berkarya menggunakan bahasa Korea dan berpotensi lebih sering diarahkan ke kategori khusus Asia.
Langkah tersebut pun ditafsirkan sebagai upaya BTS untuk mengutamakan posisi dan pengakuan K-pop secara lebih luas di industri musik internasional, dibanding mengejar peluang meraih penghargaan secara individu.Selama bertahun-tahun, BTS memang menjadi salah satu grup K-pop yang paling konsisten menembus batas di ajang Grammy. Perjalanan mereka dimulai pada 2019 ketika BTS hadir sebagai presenter dalam acara tersebut.
Pada 2020, BTS mencetak sejarah sebagai artis Korea pertama yang tampil di panggung Grammy. Saat itu, mereka tampil bersama Lil Nas X dalam sebuah penampilan kolaboratif.
Setahun kemudian, lagu Dynamite membawa BTS meraih nominasi Grammy pertama. Pencapaian tersebut menjadikan BTS sebagai grup pop Korea pertama yang mendapatkan nominasi dalam kategori penampilan sekaligus tampil secara mandiri di panggung Grammy.
Setelah itu, kehadiran BTS di Grammy terus berkembang. Grup tersebut kembali memperoleh nominasi melalui sejumlah lagu, termasuk Butter, My Universe, dan Yet To Come. Kolaborasi mereka dengan Coldplay juga turut memperkuat posisi BTS di industri musik global.
Meski telah meraih berbagai nominasi dan mencatatkan kesuksesan komersial di seluruh dunia, BTS hingga kini belum memenangkan Grammy. Hal itu terus memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana Recording Academy memberikan pengakuan yang setara kepada artis global di luar arus utama musik Barat.Para pendukung BTS menilai pembentukan kategori khusus Asia berpotensi memperkuat batas yang selama ini ingin dihapus, alih-alih mendorong keberagaman. Mereka berpendapat bahwa artis Asia seharusnya dapat bersaing dan memperoleh pengakuan di kategori utama Grammy tanpa dibedakan berdasarkan wilayah asal atau bahasa.
Sinopsis Prescription of Judgment di V+Short, Drama China Seru untuk Penggemar Short Drama
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa Grammy dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap musik non-Barat. Sejumlah proyek yang berkaitan dengan K-pop telah mendapat pengakuan, sementara artis seperti Rosé dan KATSEYE juga mulai masuk dalam perbincangan seputar nominasi Grammy.
Namun, pembentukan kategori pop Asia yang terpisah kembali memunculkan pertanyaan tentang makna representasi yang setara di industri musik global.
Sejumlah pengamat musik berpendapat bahwa jika Recording Academy ingin mendorong keberagaman secara nyata, artis Asia harus tetap memiliki kesempatan untuk dinominasikan dan memenangkan penghargaan di kategori utama, tanpa memandang bahasa yang digunakan dalam karya mereka.
Jika laporan mengenai keputusan tersebut benar, langkah BTS untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy tahun ini dapat dibaca sebagai pesan bahwa musisi seharusnya dinilai berdasarkan kualitas karya, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau klasifikasi bahasa.
Dengan memilih tidak mengajukan karya mereka, BTS disebut ingin menegaskan bahwa artis Asia, termasuk musisi K-pop, layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersaing dan diakui dalam lanskap musik pop global.










